RIAU24.COM -Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali mengungkit kembali upaya pembegalan Partai Demokrat yang terjadi bebrapa tahun silam.
AHY menyebut kalau saat ini ketum Gerindra dan ketum PDIP tak setuju dengan upaya pembegalan partai.
Hal ini disampaikan AHY saat menyampaikan sambutan di Kongres VI Partai Demokrat, Selasa (25/2) malam.
AHY awalnya menyampaikan dirinya tidk bisa lupa dengan apa yang hampir menimpa Partai Demokrat.
"Kita tentu sudah move on dan tentunya sudah memaafkan tapi tentu tidak bisa melupakan begitu saja. Mudah-mudahan pelajaran berharga akan selalu kita ingat selamanya," kata AHY.
AHY pun menyebut saat itu para kadernya justru semakin solid. Bahkan, kata dia, rakyat juga semakin mendukung Partai Demokrat.
"Ketika banyak orang mengira Partai Demokrat akan melemah, kita justru semakin solid, ketika banyak yang memprediksi Demokrat akan pudar, justru dukungan rakyat ketika itu semakin kuat," ujarnya.
AHY lantas membahas pesan Presiden Prabowo Subianto saat itu kepadanya. Dia mengatakan Prabowo tidak menyukai pembegalan partai.
"Di tengah badai itu saya ingat pesan Bapak Prabowo kalau tidak salah di Kertanegara, ketika itu beliau menyampaikan kepada saya, 'Gus, saya juga tidak suka ada ada upaya pembegalan partai seperti itu', kalimat singkat itu sungguh berarti di hati kita Demokrat," ujarnya.
"Datang dari seorang pemimpin datang dari seseorang yang tahu persis betapa tidak mudahnya membangun partai, soliditas kader dengan keringat dan air mata, sehingga saya yakin keberpihakan Pak Prabowo dalam hati ketika itu tentu disadari oleh pengalaman panjang beliau, dan itu sangat berarti untuk Partai Demokrat," sambung dia.
Selain itu, AHY menyebut hal yang sama juga diutarakan oleh Megawati Soekarnoputri. Dia mengatakan Megawati tak setuju dengan pembegalan karena pernah mengalami hal serupa.
"Kabarnya Ibu Megawati juga tidak setuju dengan hal-hal seperti itu, praktik-praktik politik yang amoral dan inkonstitusional karena beliau pernah mengalaminya di masa terdahulu," tuturnya.
(***)