RIAU24.COM - SIAK — Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 Tahun 2026 menjadi momen penuh makna bagi dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten Siak. Pada peringatan yang digelar Senin, 5 Januari 2026, penghargaan Guru MDTUla Inspiratif dianugerahkan kepada Djamhuri, sosok pendidik senior Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTUla) yang telah puluhan tahun mengabdikan diri di jalur pendidikan Islam.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi nyata Djamhuri dalam mengembangkan MDTUla, khususnya di Kabupaten Siak. Saat ini, Djamhuri menjabat sebagai Kepala sekaligus Guru MDTUla Babussalam Kecamatan Minas. Ia dikenal sebagai pendidik yang sederhana dan bersahaja, namun memiliki pengaruh besar dalam pembinaan generasi santri Madrasah Diniyah.
Penghargaan diserahkan oleh Drs. Wandi Utama, M.Pd, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Siak, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak. Dalam kesempatan tersebut, Kasubbag TU Kemenag Siak, H. Resman Junaidi, S.HI, menegaskan bahwa penghargaan ini tidak semata diberikan karena faktor senioritas, tetapi karena nilai keteladanan, dedikasi, dan kontribusi nyata Djamhuri dalam memajukan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Kabupaten Siak.
Pada peringatan HAB ke-80 ini, Kemenag Siak memberikan dua penghargaan di bidang Pendidikan Islam pada lembaga pendidikan nonformal MDTUla (MDTA).
Pertama, penghargaan Guru MDTUla Inspiratif diberikan kepada Djamhuri dari Kecamatan Minas.
Kedua, penghargaan MDTUla Inovatif diberikan kepada MDTUla (MDTA) Syahabuddin, atas terobosan dalam penerapan manajemen pendidikan nonformal serta pengembangan pembelajaran yang inovatif, inspiratif, dan informatif.
Djamhuri lahir di Lubuk Terentang pada 31 Desember 1955. Ia mulai mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak 1 April 1978. Pendidikan formalnya ditempuh di SDN 01 Lubuk Terentang, MTs Nurul Iman, MA PGA Nurul Islam, hingga IAIN (kini UIN) Jurusan Dakwah dan menyelesaikan program KKN pada 1981.
Dalam perjalanan pengabdiannya, Djamhuri pernah menjadi kepala dan guru di sejumlah MDTUla, antara lain MDTUla Al-Jihad Pekanbaru, MDTUla YPIM Minas, MDTUla Aisyiyah Minas, serta kini memimpin MDTUla Babussalam Minas.
Kiprahnya juga tercatat dalam organisasi, di antaranya sebagai Ketua DPAC FKDT Minas (2012–2023), Pembina DPC FKDT Siak (2012–sekarang), dan Anggota DPW FKDT Riau (2012–2018).
Salah satu pencapaian pentingnya adalah menjadi satu-satunya delegasi guru Madrasah Diniyah dari Kabupaten Siak pada Kongres Madrasah Diniyah I Tahun 2012 tingkat nasional, yang menjadi tonggak lahirnya Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Ia juga dikenal sebagai penggagas kegiatan Malam Pembinaan Iman dan Taqwa (MABIT) melalui Perkemahan Santri Madrasah Diniyah se-Kabupaten Siak yang pertama kali digelar pada 2010 di Kecamatan Minas.
Selain di bidang pendidikan, Djamhuri aktif dalam pengabdian sosial dan keagamaan. Ia pernah menjadi P3N pertama di Kecamatan Minas, Kepala Desa Rantau Beruah periode 1998–2003, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Minas, Ketua Persatuan Masjid dan Musholla se-Kecamatan Minas, pengurus MUI Kecamatan Minas, serta nazir wakaf.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Siak, Edi Suhedi, S.AP, turut menyampaikan apresiasi.
“Secara pribadi saya sangat setuju atas penghargaan ini. Ini menunjukkan perhatian Kementerian Agama kepada guru yang memiliki kontribusi nyata. Beliau adalah senior saya, dan banyak sumbangsih pemikiran serta pengalaman beliau untuk MDTA di Kabupaten Siak. Saya pribadi banyak belajar dari beliau.”
Ia menambahkan,“Kami DPC FKDT Kabupaten Siak mengucapkan tahniah dan selamat atas penghargaan ini. Semoga dapat memotivasi guru-guru MDTA lainnya untuk terus berkontribusi dan berkhidmat bagi kemajuan pendidikan Madrasah Diniyah.”
Penghargaan Guru MDTUla Inspiratif ini menjadi pengakuan atas konsistensi Djamhuri dalam memperjuangkan kemajuan Madrasah Diniyah, termasuk perannya mengawal aspirasi kesejahteraan guru MDTUla melalui dukungan program bantuan rombongan belajar (rombel) dari Pemerintah Daerah Kabupaten Siak.
Dengan semangat pengabdian yang tak pernah surut hingga usia senja, Djamhuri menjadi representasi guru teladan yang tetap relevan di era modern—setia mengabdi, rendah hati, dan terus menyalakan obor ilmu bagi generasi penerus.
Penghargaan ini pun diharapkan menjadi inspirasi bagi para pendidik Madrasah Diniyah lainnya untuk terus berkarya demi kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Siak. (lina)