RIAU24.COM - Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut mayoritas pendukung Prabowo-Gibran menolak Pilkada dilakukan secara tidak langsung melalui DPRD seperti terjadi pada masa Orde Baru (Orba).
Penolakan serupa juga terjadi terhadap pemilih pasangan calon presiden lainnya, dikutip dari rmol.id, Rabu, 7 Januari 2026.
Sebanyak 60,9 persen pemilih Anies Baswedan menyatakan menolak, sementara 77,5 persen pemilih Ganjar Pranowo juga menyampaikan sikap yang sama.
Kuatnya penolakan buntut pengalaman demokrasi elektoral sejak 2005.
Sebagian besar pemilih tumbuh dalam kultur pemilihan langsung dan memandang mekanisme tersebut sebagai satu-satunya cara yang sah dan wajar untuk memilih kepala daerah.
"Angka penolakan sudah melewati ambang batas 65 persen. Dalam opini publik, ini berarti dampaknya besar, massif, dan sistemik," ujarnya.
Survei dilakukan terhadap 1.200 responden menggunakan metodologi multistage random sampling melalui wawancara tatap muka langsung dengan kuesioner.
Pengumpulan data dilakukan pada 10–19 Oktober 2025, dan margin of error survei ± 2.9 persen.