RIAU24.COM - Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS, Deni Friawan menyebut pengangguran muda dan terdidik masih kasak-kusuk di Indonesia.
Hal ini jelas menjadi tantangan serius bagi pemerintah, dikutip dari inilah.com, Rabu, 7 Januari 2026.
Pemicunya, bukan hanya terletak kepada regulasi ketenagakerjaan.
"Akar masalahnya terletak kepada ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan kebutuhan dunia industri," ujarnya.
Bicara menekan pengangguran muda, menurutnya tidak cukup melalui perbaikan kebijakan ketenagakerjaan.
"Namun harus dibarengi dengan pembenahan di sektor pendidikan," sebutnya.
Saat ini masih kental mismatch antara keterampilan yang dibutuhkan industri dengan kompetensi yang diajarkan di lembaga pendidikan.
Baik universitas maupun sekolah kejuruan, kini, lebih berfokus kepada peningkatan jumlah peserta didik.
"Kurang mempertimbangkan prospek kerja lulusannya," tutupnya.