RIAU24.COM - Siak – Polres Siak melalui jajaran Polsek Sungai Apit dan Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) melakukan pengamanan dan pengecekan lokasi pasca terputusnya bagian tengah Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 15.40 WIB.
Berdasarkan hasil patroli perairan Sungai Apit oleh personel Kapal Polisi IV–2401–37 Sat Polairud Polres Siak, diketahui bagian tengah Pelabuhan KITB terputus sepanjang kurang lebih 50 meter pada titik koordinat 0°55'57,47874" N dan 102°18'11,58816" E. Pelabuhan tersebut mulai dibangun pada tahun 2004 dan selama ini difungsikan sebagai sarana pemuatan cangkang dari area stockpile ke kapal.
Kasat Polairud Polres Siak AKP Irva Donny, S.H. menjelaskan bahwa personel yang melaksanakan patroli dan pengamanan terdiri dari Bripka Iwan F. Togaria, S.H., Brigadir Pristian Rafsanjani HSB, Brigadir Ridwan Rizki, dan Bripda Niko.
“Personel Sat Polairud bersama Polsek Sungai Apit segera melakukan pengamanan lokasi dan patroli perairan guna memastikan tidak adanya korban jiwa serta mencegah masyarakat mendekati area yang berpotensi membahayakan,” jelas AKP Irva Donny.
Kepala KSOP Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton, Capt. Andi Putra, M.Mars, menerangkan bahwa kondisi pelabuhan telah menunjukkan tanda-tanda deformasi sejak Juli 2025. Kemiringan struktur pelabuhan terus bertambah hingga Desember 2025 dengan penurunan mencapai sekitar 40 sentimeter pada sisi kiri pelabuhan.
Pihak KSOP sebelumnya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) serta mengajukan perbaikan pondasi trestel pelabuhan kepada Kementerian Perhubungan pada November 2025. Bahkan beberapa jam sebelum kejadian, tim KSOP Pakning telah melakukan pengecekan dan memasang plang larangan masuk bagi pihak yang tidak berkepentingan.
Salah seorang saksi, Aslam Mareden, pemilik kendaraan Toyota Avanza Veloz BM 1648 LQ, menyampaikan bahwa pada saat kejadian ia tengah berada di atas pelabuhan untuk memperbaiki mesin genset. Saat bagian pelabuhan terputus, satu unit mobil dan satu unit sepeda motor ikut terjatuh ke laut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp160.000.000.
Kapolsek Sungai Apit IPTU Budiman S. Dalimunthe, S.H., M.H. mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah pengamanan awal.
“Polsek Sungai Apit langsung melakukan sterilisasi lokasi, memasang garis polisi, serta menutup akses ke area pelabuhan guna menghindari adanya korban dan menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan komitmen Polri dalam penanganan kejadian tersebut.
“Polres Siak telah mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di lokasi. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, KSOP, serta instansi terkait guna penanganan lanjutan dan memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolres.
Kapolres Siak juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area pelabuhan yang mengalami kerusakan serta mematuhi seluruh imbauan petugas demi keselamatan bersama.
Hingga saat ini, Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton masih ditutup sementara dan berada dalam pengawasan aparat kepolisian serta instansi terkait, sambil menunggu tindak lanjut teknis dari pihak berwenang.(Lin)