RIAU24.COM - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menilai kunjungan kerja (Kunker) Komisi XI DPR ke Australia merupakan bentuk mengolok-olok kalangan demonstran.
"Kunker DPR bisa bikin amarah publik semakin meledak. Mereka seperti sedang mengolok-olok rakyat yang susah payah melakukan aksi. Anggota DPR malah memilih pelesiran," ujarnya.
Tambahnya, saat ini eskalasi demo sudah mulai mereda.
Sayangnya, dengan adanya kunker Komisi XI pimpinan Mukhamad Misbakhun ini, dia khawatir masyarakat semakin marah.
Oleh sebab itu dia meminta pimpinan DPR bertanggung jawab atas kemarahan publik dengan adanya kunker Komisi XI DPR ke Australia itu.
"Pimpinan DPR harus segera mempertanggungjawabkan agenda ini jika ingin situasi kembali kondusif. Tanggung jawab itu tak bisa ditunjukkan jika anggota DPR kabur ke luar negeri," ujarnya.
Untuk diketahui, lawatan wakil rakyat ke Australia ini dilakukan sejak tanggal 26 Agustus 2025, atau sehari setelah demo besar-besaran di depan Gedung DPR pada 25 Agustus 2025.