RIAU24.COM -Seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, meninggal dunia dengan sejumlah luka di tubuhnya, Minggu (31/8).
Jenazah Rheza sempat dibawa ke RSUP Dr. Sardjito sebelum dipulangkan ke rumah duka di Mlati, Sleman, untuk kemudian dimakamkan di Sasanalaya Jatisari pada sore harinya.
Kabar duka ini pertama kali diketahui publik melalui unggahan akun media sosial BEM Amikom dan Forum BEM se-DIY. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Rheza sempat mengikuti aksi unjuk rasa di sekitar Mapolda DIY pada Sabtu (30/8) malam hingga Minggu pagi.
Ayah almarhum, Yoyon Surono, mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui anaknya dirawat di RSUP Dr. Sardjito setelah mendapat kabar dari tetangga. Namun, ketika tiba di rumah sakit, Rheza sudah dinyatakan meninggal sekitar pukul 07.00 WIB.
“Saya ke sana, anaknya sudah terbujur begitu,” kata Yoyon selepas prosesi pemakaman.
Menurut informasi yang diterima keluarga, Rheza sempat diantar ke rumah sakit oleh dua anggota unit kesehatan Polda DIY. Namun, hingga kini dompet milik almarhum belum ditemukan.
Keluarga memutuskan tidak melakukan autopsi. Meski demikian, Yoyon mengaku melihat sejumlah luka saat ikut memandikan jenazah anaknya. Ia menyebut adanya patah pada bagian leher kiri, bekas pijakan sepatu di perut, luka lecet di tangan dan kaki, luka di punggung, kepala yang robek, hingga luka sayatan.
“Tadi ikut mandiin, sini (menunjuk leher kiri) kayak patah. Terus di perut ada bekas pijakan sepatu PDL,” ujar Yoyon dengan suara bergetar.
Yoyon menambahkan, informasi yang diterimanya menyebut insiden menimpa Rheza terjadi di depan Mapolda DIY. Meski demikian, ia tidak bisa memastikan keterlibatan putranya dalam aksi demonstrasi malam sebelumnya. “Dia pamitnya cuma diajak ngopi,” kata Yoyon.
Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran agar aksi-aksi unjuk rasa dapat berlangsung damai, sekaligus meminta aparat lebih humanis dalam menangani massa. “Jangan sedikit-sedikit main gebuk. Kasihan orang-orang yang tidak tahu apa-apa,” ucapnya.
Ketua BEM Amikom, Alvito Afriansyah, mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi untuk memastikan rangkaian kejadian yang menimpa Rheza. Dari video yang beredar di media sosial, terlihat seseorang yang diduga kuat adalah Rheza mengendarai sepeda motor di sekitar Mapolda DIY.
Identitas sosok tersebut diyakini sebagai Rheza berdasarkan jenis motor yang ditunggangi serta keterangan dari rekan sekelasnya. Dalam video itu, terlihat pula seorang pembonceng yang hingga kini belum teridentifikasi.
“Kami sampai saat ini masih mencari informasi lebih lengkap, termasuk siapa yang membonceng almarhum,” ujar Alvito.
(***)