Harapan Evaluasi Besar-besaran Terhadap Institusi Polri

R24/azhar
Ilustrasi polisi. Sumber: Internet
Ilustrasi polisi. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Wakil Ketua PP GPK Adrian Azhari Akbar Harahap mengharapkan titik awal reformasi institusi Polri buntut tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam 28 Agustus 2025.

Hal ini bertujuan agar polisi lebih humanis, demokratis dan jauh dari narasi-narasi represif dan kekerasan, dikutip dari rmol.id, Jumat, 29 Agustus 2025.

"Tidak hanya aspek struktural maupun kulturalnya, namun juga aspek filosofisnya," ujarnya.

Tambahnya, polisi sejatinya harus mengaktualisasikan peran dan fungsinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

"Saya khawatir tagline fungsi pelindung, pengayom dan pelayan hanya sebagai jargon tanpa bisa terinternalisasi baik ke seluruh Personel Polri," ujarnya.

Meskipun seperti itu, kesalahan anggota Polri menjadi tanggung jawab penuh pimpinan di institusinya. 

Jika belum ada political will Presiden Prabowo untuk memperbaikinya, dia khawatir institusi Polri akan semakin menjauh dari masyarakat sebagai objek tupoksinya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak