Setidaknya 8 Orang Tewas Setelah Rusia Lancarkan Serangan Rudal dan Pesawat Tak Berawak ke Ukraina

R24/tya
Rumah-rumah rusak setelah Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak dan rudal semalam di ibu kota Ukraina, Kyiv /X-@ZelenskyyUa
Rumah-rumah rusak setelah Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak dan rudal semalam di ibu kota Ukraina, Kyiv /X-@ZelenskyyUa

RIAU24.COM - Setidaknya delapan orang tewas dan 38 lainnya luka-luka setelah Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak dan rudal semalam di ibu kota Ukraina, Kyiv, menurut Volodymyr Zelenskyy.

Presiden Ukraina mengonfirmasi bahwa seorang anak termasuk di antara korban tewas dalam serangan itu.

Sementara itu, setelah tim penyelamat menemukan lebih banyak orang yang dikhawatirkan terjebak di reruntuhan bangunan, jumlah korban luka telah meningkat menjadi 45 orang.

Rudal dan drone meledak di kota tersebut pada Kamis dini hari, memenuhi langit dengan asap.

Ledakan tersebut juga merusak dan menghancurkan bangunan di beberapa distrik kota.

Menurut laporan di Al Jazeera, serangan Rusia tersebut merupakan serangan kolektif besar pertama yang menyerang Ukraina sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada awal bulan ini untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung.

Kepala administrasi militer kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan, mengutip informasi awal, bahwa seorang gadis berusia 14 tahun termasuk di antara korban tewas.

Ia menambahkan bahwa sebuah bangunan tempat tinggal berlantai lima di distrik Darnytskyi di kota tersebut terkena langsung oleh drone dan rudal.

"Semuanya hancur," kata Tkachenko.

Jumlah korban kemungkinan akan meningkat

"Malam ini, Kyiv diserang besar-besaran oleh negara teroris Rusia," tambahnya.

Kyiv Independent, sebuah media lokal, mengonfirmasi bahwa setidaknya empat orang tewas, dan jumlah korban kemungkinan akan bertambah.

Sementara itu, serangan lain di ibu kota Ukraina meninggalkan jalan utama yang dipenuhi pecahan kaca.

Tim penyelamat juga bekerja keras untuk mengevakuasi semua orang yang terjebak di bawah reruntuhan di 20 lokasi terdampak di kota tersebut.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, juga menyatakannya sebagai serangan besar-besaran oleh Rusia, dan menambahkan bahwa dua anak termasuk di antara mereka yang terluka.

Serangan terhadap Ukraina menyusul upaya gagal Presiden AS Trump untuk membujuk Putin agar menghentikan perang di Ukraina, sementara Moskow dan Kyiv terus saling menuduh atas kebuntuan dalam negosiasi perdamaian.

(***)

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak