Parlemen Turki Boikot Produk Coca Cola-Nestle usai Mendukung Agresi Israel 

R24/zura
Parlemen Turki Boikot Produk Coca Cola-Nestle usai Mendukung Agresi Israel. (PortalIslam/Foto)
Parlemen Turki Boikot Produk Coca Cola-Nestle usai Mendukung Agresi Israel. (PortalIslam/Foto)
<p>RIAU24.COM -Parlemen Turki memboikot produk Coca Cola dan Nestle karena dugaan jika kedua perusahaan itu mendukung agresi Israel ke Jalur Gaza Palestina.

Melalui pernyataan resmi, parlemen Turki pada Selasa (7/11) menuturkan akan mencabut produk-produk perusahaan yang mendukung Israel.

Baca Juga: Jubir Brigade al-Qassam Hamas Abu Ubaidah Dilaporkan Tewas Diserang Israel

Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmus mengambil keputusan tersebut. Meski begitu, pernyataan parlemen memang tidak mengidentifikasi perusahaan-perusahaan terkait.

"Diputuskan bahwa produk perusahaan yang mendukung Israel tidak akan dijual di restoran, kafetaria, dan kedai teh di kampus parlemen," bunyi pernyataan parlemen Turki.

Sementara itu, dua sumber parlemen Turki mengatakan kepada Reuters bahwa sejauh ini hanya produk Coca Cola dan Nestle yang ditarik dari restoran, kafe, hingga kedai di kompleks parlemen.

Keputusan ini, papar mereka, diambil parlemen sebagai jawaban atas permintaan masyarakat Turki.

Baca Juga: Prancis Nyatakan 'Solidaritas' kepada Warga Greenland di Tengah Rencana Pengambilalihan Trump

Boikot produk Israel ini berlangsung setelah kelompok masyarakat sipil, terutama para aktivis, menyerukan untuk memboikot barang-barang Israel dan perusahaan-perusahaan Barat yang mendukung pemerintahan Zionis.

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Perdagangan Omer Bolat juga mengumumkan bahwa volume perdagangan dengan Israel terus berkurang sejak gempuran Tel Aviv ke Gaza awal Oktober lalu.

"Dari 7 Oktober lalu, kami mencatat perdagangan mutual (antara Turki dan Israel) berkurang lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ucap Bolat dalam jumpa pers saat mengunjungi Kuwait pada Selasa.

Tak hanya di Turki, seruan untuk boikot produk Israel dan negara-negara sekutunya juga santer terdengar di berbagai negara terutama negara Arab dan mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

(***) 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak