RIAU24.COM - Diktator Jerman Adolf Hitler diyakini telah bunuh diri di akhir Perang Dunia II karena ia tidak ingin pasukan Barat menangkapnya.
Namun, dokumen yang dideklasifikasi oleh CIA menunjukkan bahwa perburuan terhadapnya berlanjut setidaknya selama 10 tahun, demikian dilaporkan Daily Mail.
Agen Amerika Selatan menduga bahwa Hitler masih hidup dan terus mencarinya.
Menurut dokumen tersebut, CIA mencoba memburunya beberapa bulan setelah Perang Dunia II berakhir.
Mereka menduga bahwa ia tinggal di Amerika Selatan dengan identitas palsu.
Badan tersebut dilaporkan bahkan menemukan foto seorang pria di Kolombia yang tampak sangat mirip dengan Hitler.
Khususnya, pada bulan April 1945, pasukan Sekutu menemukan mayat yang terbakar yang konon merupakan milik Hitler.
Menurut dokumen tersebut, pejabat Amerika tidak yakin bahwa itu adalah Hitler dan mulai mencarinya.
Pencarian berlanjut selama 10 tahun berikutnya hingga 1955. CIA dikabarkan menghubungi para informan dengan harapan dapat mengungkap tempat persembunyian rahasia Hitler.
Para informan tersebut dilaporkan mengetahui bahwa Hitler telah melarikan diri pada tahun 1945 dan tinggal di suatu tempat di Argentina.
Di sinilah jejak dokumen berakhir, dan tidak jelas apa yang terjadi setelahnya.
Mengapa Hitler memilih Argentina?
Laporan menunjukkan bahwa Argentina terkenal karena memberikan perlindungan kepada mantan anggota partai Nazi.
Hitler mengenal sebuah keluarga di sana yang konon pernah tinggal bersamanya.
Dokumen menunjukkan bahwa pemilik hotel spa di La Falda, Argentina adalah pendukung Nazi.
Mereka memberikan sumbangan uang kepada kepala propaganda Joseph Goebbels dan berteman dengan Hitler.
Hitler berteman dengan sebuah keluarga di Argentina
Ia menghabiskan waktu bersama keluarga tersebut saat berlibur di hotel dan CIA yakin bahwa ia akan melarikan diri ke Argentina dan bersatu kembali dengan keluarga tersebut jika ia kalah perang atau disingkirkan sebagai pemimpin partai Nazi.
Departemen Perang AS menghubungi FBI dan memberi tahu mereka tentang hotel spa di Argentina, yang mungkin merupakan tempat persembunyian rahasianya.
Sebuah dokumen rahasia CIA yang dirilis pada tahun 2020 disertai dengan foto yang menunjukkan seorang pria yang mirip dengan Hitler sedang duduk bersama seorang teman di Kolombia pada tahun 1954.
Foto pria mirip Hitler ditemukan
Laporan tertanggal 3 Oktober 1955 menyebutkan operasi intelijen AS yang berupaya memastikan apakah Adolf Hitler benar-benar tewas atau selamat dan diam-diam melarikan diri ke Amerika Selatan.
Cerita ini berkisah tentang seorang informan yang dikenal sebagai CIMELODY-,3 yang memberi tahu seorang teman yang melayani Hitler di Eropa.
Temannya itu memberi tahu dia tentang seorang pria bernama Phillip Citroen, seorang mantan tentara SS, yang memberi tahu dia bahwa Hitler masih hidup dan tinggal di Kolombia.
Dia mengatakan bahwa dia berbicara dengan pemimpin Nazi itu secara teratur. Temannya itu berhasil mencuri foto yang memperlihatkan dia bersama seorang pria yang mirip Hitler.
Tidak ada dokumen lain yang tersedia untuk menunjukkan apa yang terjadi pada penyelidikan setelah tahun 1955.
(***)