RIAU24.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan bertemu Presiden AS Donald Trump minggu ini di Washington, seorang pejabat Israel mengatakan kepada lembaga penyiaran publik Kan.
Menurut para pejabat, kedua pemimpin diperkirakan akan membahas tarif timbal balik yang menyeluruh.
Namun, kantor Netanyahu belum mengonfirmasi kunjungan tersebut. Namun, tiga pejabat Israel mengonfirmasinya kepada Reuters.
Ini akan menandai perjalanan keempat Netanyahu ke AS sejak perang dimulai di Gaza, dan yang kedua sejak Trump menjabat pada bulan Januari.
Ini juga akan menjadikan Netanyahu sebagai pemimpin asing pertama yang menegosiasikan tarif besar tersebut secara langsung dengan Trump.
Trump pada tanggal 2 April, ‘Hari Pembebasannya’, mengumumkan tarif timbal balik yang menyeluruh terhadap beberapa negara. Presiden AS mengenakan tarif sebesar 17% terhadap Israel.
Tarif 17% yang ditetapkan Trump untuk Israel didasarkan pada defisit perdagangan bilateral AS yang signifikan.
Walaupun Trump menyebut tarif ini timbal balik, ia mengakui bahwa tarif tersebut hanya sekitar setengah dari tarif yang dikenakan negara lain kepada AS.
"Kami akan menagih mereka sekitar setengah dari apa yang telah mereka tagihkan kepada kami," katanya.
"Saya bisa saja melakukan itu, tetapi itu akan sulit bagi banyak negara. Kami tidak ingin melakukan itu," tambahnya.
Alih-alih menggunakan kekuatan penuh, Trump mengatakan pendekatannya lebih bersifat timbal balik yang baik, pukulan yang lebih lembut yang tetap menyampaikan pesan. Ini seperti memberi negara lain sedikit obat mereka sendiri, hanya saja tidak dalam dosis penuh.
Selain itu, Trump dan Netanyahu juga diperkirakan akan membahas krisis nuklir Iran dan perang di Gaza.
Trump menyarankan Netanyahu datang ke Gedung Putih, tanpa menetapkan tanggal yang jelas. Beberapa jam kemudian, Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa Netanyahu akan segera mengunjungi Washington, bahkan mungkin minggu depan.
(***)