RIAU24.COM - Mengemudi mobil jarak jauh mesti waspada kelelahan apalagi di momen mudik Lebaran. Memaksakan diri tetap mengemudi mobil dalam kondisi kelelahan sangat berbahaya, salah satu yang paling fatal bisa menyebabkan kecelakaan.
Dilansir dari Kompas.com, Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan, ada baiknya saat mau bepergian jauh pengemudi harus dalam kondisi sehat baik secara fisik maupun mental.
“Ketika dalam perjalanan, pengemudi harus membuat satu pola istirahat untuk mensuplai kebutuhan tubuhnya, yaitu maksimal setiap dua atau tiga jam berhenti untuk mengembalikan tenaga,” ujar Jusri.
Baca Juga: Peneliti Temukan Vaksin Herpes Zoster Bisa Turunkan Risiko Demensia
Tetapi kalau sudah letih, Jusri menyarankan, jangan segan-segan untuk segera cari tempat aman dan berhenti guna beristirahat. Kemudian usahkan tidak mengemudi lebih dari 10 jam perjalanan dalam satu hari.
Baca Juga: Tidak Dipisah, Ini Alasan Kenapa Idulfitri Ditulis Serangkai Menurut Ahli Bahasa
Khusus untuk mobil memang diperbolehkan mengemudi sampai empat jam. Namun, hal tersebut tidak berlaku apabila kondisi badan letih. Maksimal mengemudi 90 sampai 120 menit kemudian beristirahat.
“Kita ambil tindakan preventif yang lebih proaktif. Berdasarkan kemampuan tubuh, kita harus istirahat kalau sudah dua jam. Tak perlu lama-lama, istirahat pertama cukup 15 menit. Kemudian tiap dua jam berikutnya cukup istirahat setengah jam,” kata Jusri.