Spanyol Membatalkan Program Golden Visa Setelah 12 Tahun, Ini Alasannya

R24/tya
Gambar representatif /pixabay
Gambar representatif /pixabay

RIAU24.COM Spanyol telah secara resmi mengakhiri program Golden Visa mulai Kamis (3 April).

Program Golden Visa memungkinkan investor asing untuk mendapatkan izin tinggal dengan berinvestasi di negara tersebut.

Skema ini diluncurkan pada tahun 2013.

Salah satu cara untuk mendapatkan visa emas adalah dengan membeli properti senilai setidaknya €500.000 ($555.000) di Spanyol.

Program ini juga memiliki opsi lain seperti menginvestasikan $ 2,17 juta atau lebih dalam obligasi negara atau perusahaan Spanyol.

Terlepas dari opsi lain, 95 persen dari semua visa emas dikeluarkan melalui investasi real estat, sesuai laporan.

Dari 2013 hingga 2023, Spanyol memberikan 14.576 visa emas dan sebagian besar penerima manfaat berasal dari China, Rusia, Inggris, AS, Ukraina, Iran, Venezuela dan Meksiko, menurut angka pemerintah.

Mengapa program Golden Visa diperkenalkan?

Program Golden Visa diperkenalkan untuk membantu kesejahteraan ekonomi negara.

Banyak negara termasuk Spanyol, Portugal dan Yunani ingin menarik investasi asing setelah mereka keluar dari krisis utang tahun 2009.

Spanyol memperoleh lebih dari € 1 miliar per tahun dari program Golden Visa dan dari 2016 hingga 2023, program tersebut menghasilkan sekitar $ 10 miliar dalam investasi, sesuai laporan.

Program Golden Visa menjadi populer karena memberikan hak kepada pelamar untuk tinggal dan bekerja di Spanyol tetapi tidak mengharuskan mereka untuk tinggal di negara itu penuh waktu, sesuai laporan.

Ini juga memungkinkan perjalanan bebas visa ke semua negara Zona Schengen.

Penerima visa emas harus mengunjungi Spanyol selama satu hari per tahun untuk mempertahankan status kependudukan mereka.

Selain itu, data menunjukkan bahwa program ini menghasilkan sekitar $ 10 miliar dalam investasi untuk negara tersebut.

Mengapa Spanyol membatalkan visa emas?

Pemerintah Spanyol memutuskan untuk membatalkan program visa emas untuk mengatasi krisis perumahan yang semakin meningkat.

Nilai properti meroket meninggalkan pembeli domestik dari pasar yang terlalu tertekan.

Rumah terjangkau menjadi impian jauh bagi orang Spanyol biasa, khususnya di Madrid dan Barcelona.

Sesuai laporan, selama setahun terakhir di Spanyol, sewa dan harga rumah keduanya telah naik 11 persen.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengatakan niat pemerintahnya untuk membatalkan skema itu dimaksudkan untuk menjamin bahwa perumahan adalah hak dan bukan hanya subjek spekulasi bisnis.

Namun, beberapa orang mengkritik langkah itu sebagai ‘aksi politik’ dan mengatakan bahwa itu tidak akan membantu sektor real estat.

(***)

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak