Usulan ini buntut di dua tahun pemerintahan Prabowo yang masih menyisakan sejumlah persoalan, dikutip dari rmol.id, Jumat 18 September 2026.
Masalah yang terlihat seperti nilai tukar rupiah, persoalan korupsi, daya beli masyarakat, ketimpangan ekonomi hingga deforestasi.
"Dua tahun rezim Prabowo berkuasa, memiliki nilai plus dan minus. Nilai tukar rupiah yang semakin anjlok, korupsi yang melibatkan aparatur negara yang semakin membesar, daya beli masyarakat yang semakin lemah, ketimpangan ekonomi yang semakin menganga, deforestasi yang semakin meluas," ujarnya.
Persoalan tersebut menjadi sederet catatan yang perlu diperhatikan pemerintah.
Ia menilai capaian positif yang terbatas, termasuk di sektor pangan, belum cukup untuk menutupi berbagai persoalan yang menjadi sorotan.
"Prestasi minus ini tidak cukup ditutupi prestasi positif dan terbatas seperti yang telah diraih di sektor pangan," sebutnya.
"Rapor ini adalah indikator yang bagus untuk dipakai sebagai dasar untuk melakukan evaluasi total terhadap kabinet," ujarnya.