RIAU24.COM - Presiden Prabowo Subianto membeberkan niatnya dalam memperkuat kemandirian energi nasional.
"Kemandirian energi nasional harus dibangun dari kekuatan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia sendiri. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri," ujarnya dikutip dari rmol.id, Jumat 18 September 2026.
Ada enam hal yang menjadi perhatian Prabowo. Pertama, mempercepat pengembangan sumber energi dalam negeri, mulai dari kelapa sawit, jagung, singkong, tebu, batu bara, panas bumi, hingga energi surya.
Kedua, mendorong pengembangan B50 dan E50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Ketiga, mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun sebagai bagian dari penguatan energi terbarukan.
Keempat, meningkatkan produksi minyak nasional dengan mengoptimalkan ladang dan sumur yang telah ada serta mempercepat kegiatan eksplorasi.
Kelima, menindaklanjuti rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sesuai kajian dan tahapan yang telah disiapkan pemerintah.
Keenam, menyusun peta jalan energi yang lengkap dan terukur, mencakup target tahunan, kebutuhan investasi, jadwal pelaksanaan, hingga pembagian tugas dalam implementasinya.