Bahli Sebut Partainya Barusan Terkena Musibah

R24/azhar
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Sumber: Antara
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Sumber: Antara

RIAU24.COM - Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kasus dugaan korupsi yang menyeret kader, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, merupakan musibah untuk partainya.

Bahkan, dia menyebut sebagai musibah yang tidak diinginkan, dikutip dari rmol.id Jumat 18 September 2026.

"Tentang Golkar ya ada kadernya, kami menganggap ini sebuah musibah. Dan kami merasa ya terpukul, tapi kita Golkar akan menatap ke depan. Ini adalah sebuah musibah yang sudah barang tentu tidak semua orang menginginkan ini, ya," sebutnya.

Tambahnya, Golkar memiliki pengalaman panjang dan banyak kader.

"Sehingga partai tidak dapat mengontrol perilaku setiap kader secara satu per satu," ujarnya.

"Kami selalu menatap ke depan sebagai partai yang berpengalaman, sebagai partai yang banyak kadernya, memang kita juga tidak bisa mengontrol satu dengan satu, ya," ujarnya.

Fahd A Rafiq pertama kali berurusan dengan KPK pada 2012. 

Saat itu, ia ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) yang berkaitan dengan pengucuran anggaran untuk tiga daerah di Provinsi Aceh.

Fahd mulai ditahan KPK pada 27 Juli 2012 dan dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Tindak Pidana Korupsi.

Lima tahun berselang, pada 2017, Fahd kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Kali ini, ia terseret perkara dugaan korupsi proyek pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama. 

Saat itu Fahd menjabat sebagai Ketua DPP Golkar Bidang Pemuda dan Olahraga dan diduga menerima uang yang berkaitan dengan proyek tersebut.

Dalam perkara tersebut, Fahd merupakan tersangka ketiga setelah Pengadilan Tipikor sebelumnya memvonis bersalah Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetia.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak