Menebak Apa yang Terjadi Jika Harga BBM Subsidi Ikut-ikutan Naik

R24/azhar
Ilustrasi SPBU Pertamina. Sumber: Internet
Ilustrasi SPBU Pertamina. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna membayangkan jika harga BBM subsidi naik.

Dia meyakini kenaikan harga BBM subsidi berpotensi menekan daya beli masyarakat, dikutip dari rmol.id, Minggu 14 Juni 2026.

Jika hal tersebut tak ingin terjadi, pemerintah disarankan membuat kebijakan mempertahankan harga Pertalite.

Hal tersebut dilakukan selama pemeritnah mampu mengendalikan distribusi subsidi secara tepat sasaran dan menjaga disiplin fiskal negara.

"Pemerintah masih memiliki instrumen untuk mempertahankan harga BBM subsidi apabila pengelolaan distribusi dan fiskalnya dilakukan secara disiplin," sebutnya.

Pada 10 Juni 2026, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter atau naik sekitar 32,11 persen. 

Sementara itu, Pertamax Green 95 turut mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak