Pemerintah Diminta Tak Lengah dengan Finalisasi Draft Damai Iran-AS

R24/azhar
Bendera Iran dan Amerika Serikat (AS). Sumber: CNBC
Bendera Iran dan Amerika Serikat (AS). Sumber: CNBC

RIAU24.COM - Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono meminta pemerintah tetap waspada dengan kabar finalisasi draf perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dari sudut pandang Indonesia, Anton menilai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah dampak kesepakatan tersebut terhadap stabilitas ekonomi global, terutama terkait harga minyak mentah dan rantai pasok energi dunia.

Tak hanya pemerintah, dunia internasional pun diimbaunya jangan lengah dan menunggu kepastian dan implementasi nyata dari kesepakatan tersebut, dikutip dari detik.com, Minggu 14 Juni 2026.

Tambahnya, berbagai isu strategis masih menjadi bagian dari proses negosiasi yang belum sepenuhnya tuntas.

"Indikasi bahwa kedua negara semakin dekat pada titik temu patut diapresiasi, tetapi pengalaman menunjukkan bahwa proses perdamaian sering kali menghadapi berbagai dinamika dan tantangan," sebutnya.

Menurutnya, perundingan perdamaian umumnya tidak selesai hanya dalam satu pertemuan. 

"Karena itu, perkembangan yang ada saat ini belum bisa langsung dianggap sebagai akhir dari seluruh proses diplomasi yang berlangsung," sebutnya.

Meskipun seperti itu, dia menyambut positif kabar soal finalisasi draf perjanjian damai tersebut.

Hal ini karena berpotensi membawa dampak positif keamanan global dan perekonomian dunia.

"Saya memandang setiap perkembangan yang mengarah pada perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran merupakan kabar positif bagi stabilitas kawasan, keamanan global, serta perekonomian dunia," tutupnya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak