RIAU24.COM - SIAK — Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 Tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi MDTUla (MDTA) Syahabuddin, salah satu lembaga pendidikan nonformal di Kabupaten Siak. Pada momentum tersebut, MDTUla Syahabuddin dinobatkan sebagai MDTUla Paling Inovatif Tahun 2026 oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Upacara Bendera Peringatan HAB Kementerian Agama RI ke-80 yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Senin (5/1/2026).
Penghargaan secara resmi diserahkan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, H. Resman Junaidi, S.HI, kepada Kepala MDTUla (MDTA) Syahabuddin sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan inovasi yang dikembangkan madrasah.
MDTUla Syahabuddin tercatat sebagai satu-satunya lembaga pendidikan nonformal jenjang MDTUla se-Kabupaten Siak yang menerima penghargaan tersebut. Penghargaan diberikan atas keberhasilan madrasah dalam menerapkan manajemen pendidikan nonformal yang mandiri serta mengembangkan pembelajaran yang inovatif, inspiratif, dan informatif. Dengan pengelolaan mandiri dan fasilitas madrasah berdiri sendiri serta tidak terintegrasi dengan lembaga formal maupun informal lainnya.
Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Siak, H. Resman Junaidi, menyampaikan ucapan selamat dan tahniah atas capaian tersebut. Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi lembaga pendidikan nonformal lainnya di Kabupaten Siak untuk terus berinovasi, sekaligus memperkuat komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan agama di tingkat akar rumput.
Kepala MDTUla Syahabuddin, Edi Suhedi, S.AP, menyampaikan terima kasih kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak atas penghargaan yang diberikan.
“Semoga penghargaan ini menjadi penguat dan pengingat langkah kami agar terus berbenah dalam kebaikan dan perbaikan, serta berkhidmat mendidik generasi umat yang berakhlak mulia dan cinta Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur dan haru atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan MDTUla Syahabuddin,” tambahnya.
Selain itu, Edi Suhedi turut menyampaikan apresiasi kepada para wali santri.
“Terima kasih kepada ayah dan bunda wali murid yang telah mempercayakan putra-putrinya menimba ilmu agama di MDTUla Syahabuddin. Kepercayaan ini merupakan amanah bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” tuturnya.
Diketahui, MDTUla Syahabuddin mengembangkan inovasi pembelajaran melalui pola pembinaan santri yang menitikberatkan pada tiga indikator utama, yakni pembinaan Al-Qur’an, ibadah, dan akhlak.
Pada aspek pembinaan Al-Qur’an, madrasah melaksanakan kegiatan rutin harian melalui program tahfiz, mengaji, dan tilawah yang juga dikembangkan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Sementara itu, inovasi pembinaan ibadah diwujudkan melalui program target capaian bimbingan ibadah sebagai penguatan materi fikih. Program ini menekankan praktik ibadah secara langsung yang dilaksanakan setiap akhir semester menjelang ujian, meliputi praktik pengurusan jenazah, manasik haji, serta pembinaan shalat jama’ dan qashar.
Adapun pada pembinaan akhlak, madrasah menerapkan metode lalaran nadzom akhlak yang dilantunkan secara rutin oleh santri setiap selesai bimbingan shalat Ashar berjamaah. Metode ini dinilai efektif dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dan adab secara menyenangkan dan tidak membosankan.
Selain pembelajaran di kelas, MDTUla Syahabuddin juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan luar kelas, khususnya pada momentum Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan kegiatan edukatif lainnya guna memberikan variasi pembelajaran bagi santri.
Dalam bidang kemandirian ekonomi, madrasah mengelola Kantin Syahabuddin secara mandiri yang didanai dari iuran majelis guru serta penjualan jajanan dan kue titipan guru dan wali santri. Keuntungan kantin dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan guru.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tenaga pendidik dan kependidikan, madrasah juga telah mendaftarkan seluruh guru dan staf sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini merupakan upaya perlindungan dan jaminan kesejahteraan, khususnya dalam pembiayaan risiko kecelakaan kerja dan kematian.
Dari sisi keterbukaan informasi, MDTUla Syahabuddin dinilai aktif menyampaikan berbagai kegiatan dan program madrasah kepada publik melalui laman resmi Facebook (https://web.facebook.com/mdta.syahabuddin.siak) serta publikasi di sejumlah media daring, sehingga informasi kegiatan madrasah dapat diakses secara luas oleh masyarakat. (Lina)