RIAU24.COM - Kanal YouTube Kajian Online menyampaikan permintaan maaf kepada mantan Presiden sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Permintaan maaf ini disampaikannya melalui akun YouTube, Senin, 5 Januari 2025.
Permintaan maaf ini buntut sejumlah konten tidak profesional dan tidak berimbang yang mereka produksi.
Kajian Online juga telah menurunkan atau take down sejumlah konten.
Termasuk melakukan revisi beberapa materi lain.
"Mengawali video ini saya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepada Pak SBY dan juga Partai Demokrat yang sudah memberikan saran pandangannya terkait beberapa konten di kajian online yang perlu mungkin lebih profesional, lebih baik. Dan beberapa yang harus di-take down sudah kita take down," ujar pengelola Kajian Online.
Menurut Kajian Online, komunikasi yang terjadi dengan Demokrat berlangsung secara kekeluargaan, tanpa tekanan maupun ancaman.
Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi santai, sekadar bertukar pandangan terkait pengelolaan konten YouTube.