RIAU24.COM - Bagi pelari jarak jauh, masalah yang muncul di lintasan tidak selalu soal napas tersengal atau otot pegal. Demikian juga yang dialami Chrisnady di Bogor, ia mengalami kejadian unik tetapi cukup menyakitkan, yakni puting berdarah saat lari 25K.
"Awalnya di kilometer 10 saya sudah merasa perih, tapi menurut saya itu hal yang wajar," ujar Chrisnady saat dihubungi detikcom pasca videonya viral.
Rasa perih tersebut diakuinya memang kerap muncul saat ia lari jarak jauh, sehingga semula tidak terlalu menghiraukannya
Namun, di kilometer 14, ia mulai menyadari sesuatu yang berbeda. Saat melihat ke bawah, sudah muncul bercak darah di kaus yang dipakainya, dari area puting.
Chrisnady sempat berhenti di kilometer 15 untuk menunggu teman-temannya. Saat berhenti cukup lama, kaus yang tadinya basah mulai mengering. Justru di situlah rasa perih semakin terasa.
"Kalau kausnya basah, gesekan tidak terlalu parah. Tapi saat mulai kering, rasa perih jadi lebih 'lumayan' dari sebelumnya," ceritanya.
Meski begitu, Chrisnady tetap melanjutkan lari. Ia menuturkan, begitu kausnya kembali basah karena keringat, rasa perih justru mereda.
"Pas selesai lari, ternyata kaus saya sudah rembes darah cukup banyak," katanya.
Kok Bisa?
Chrisnady menduga putingnya berdarah akibat gesekan yang terlalu intens saat berlari, terlebih baju yang dipakai saat itu memang terlalu besar.
"Bajunya terlalu besar. Jadi gesekannya terlalu banyak. Pesan pentingnya jangan beli jersey kebesaran," tuturnya.
Beruntungnya, kondisi Chrisnady tidak berujung parah. Ia hanya mengoleskan vaseline gel pada area puting agar tidak perih jika bergesekan dengan kaus.
Hasilnya cukup efektif. Dua hari setelah kejadian, ia sudah kembali berlari tanpa mengalami keluhan yang sama.
Fenomena puting berdarah pada pelari sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada long run dengan jarak puluhan kilometer. Gesekan berulang antara puting dan bahan kaus yang basah oleh keringat bisa membuat kulit iritasi, bahkan sampai pecah dan berdarah.
Belajar dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa pelari sebaiknya lebih mempersiapkan diri, misalnya dengan menggunakan plester khusus di area puting atau mengoleskan petroleum jelly sebelum berlari jarak jauh.
"Sekarang saya lebih aware, jadi bisa lebih antisipasi. Biar nggak kejadian lagi," ujarnya. ***