RIAU24.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyebut Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencananya melawat ke Beijing, China, guna menggelar pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.
Menurutnya, keputusan Presiden Prabowo untuk membatalkan kunjungannya disebabkan dinamika yang sedang berlangsung di dalam negeri, dikutip dari inilah.com, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Katanya, presiden ingin memantau langsung situasi yang sempat memanas di beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir.
"Karena dinamika di dalam negeri, Bapak Presiden ingin terus memantau secara langsung, Beliau juga ingin terus memonitor secara langsung, kemudian juga Beliau ingin memimpin secara langsung, dan mencari penyelesaian-penyelesaian yang terbaik," sebutnya.
"Oleh karena itu, Bapak Presiden Prabowo Subianto, dengan kerendahan hati dan dengan memohon maaf kepada Pemerintah Tiongkok, Beliau memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan dari Pemerintah Tiongkok," tambahnya.
Dinamika yang disebutnya merujuk kepada aksi massa pada 25 Agustus, dan 28—30 Agustus 2025 di beberapa daerah, termasuk Jakarta, Makassar, Bandung, Solo, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.
Khusus di Jakarta, Kamis 28 Agustus 2025 aksi massa semakin memanas setelah adanya seorang pengendara ojek online (ojol) berusia 21 tahun, Affan Kurniawan, dilindas hingga meninggal dunia oleh kendaraan taktis (rantis) Barracuda Brimob Polri di lokasi massa bentrok dengan aparat, kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Massa, yang semula memprotes tunjangan perumahan anggota DPR dan sikap arogan beberapa wakil rakyat, saat ini juga memprotes sikap brutal polisi dalam menghadapi demonstran.