RIAU24.COM - Kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran di Yaman dilaporkan kehilangan perdana menteri mereka dalam serangan udara Israel pada hari Jumat (29 Agustus) di Sanaa.
Media Yaman, Al-Jumhuriya dan Aden Al-Ghad, mengklaim bahwa Ahmed al-Rahawi, perdana menteri Houthi, tewas dalam serangan Israel di sebuah apartemen.
Aden Al-Ghad juga melaporkan bahwa beberapa rekannya juga tewas dalam serangan itu.
Hingga saat ini, Israel belum mengonfirmasi laporan ini.
Menurut laporan dari Channel 12 Israel, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) saat ini meyakini bahwa serangan yang dilancarkan di Yaman kemarin kemungkinan menewaskan seluruh anggota kabinet Houthi, termasuk perdana menteri dan 12 menteri lainnya.
Laporan tersebut tidak menyebutkan sumber spesifik dan mencatat bahwa penilaian tersebut masih awal, dengan IDF masih berupaya mengonfirmasi hasil serangan tersebut.
Channel 12 juga melaporkan bahwa menteri pertahanan dan kepala staf militer Houthi diyakini sedang dalam perjalanan menuju rapat kabinet dan kemungkinan berada di lokasi ketika serangan terjadi.
Israel serang Houthi di Yaman
Pada 29 Agustus, IDF mengonfirmasi bahwa Angkatan Udaranya melancarkan serangan presisi terhadap target militer Houthi di dekat Sanaa, Yaman, setelah mencegat dua drone pada hari yang sama.
Menurut kantor Menteri Pertahanan Israel Katz, misi tersebut disetujui setelah berkoordinasi dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir, dan komandan tinggi lainnya melalui sistem komunikasi Jalur Merah.
Katz mengeluarkan pernyataan yang merujuk pada tulah-tulah dalam Alkitab, dengan mengatakan, "Setelah tulah kegelapan datanglah tulah anak sulung, yang menunjukkan bahwa serangan tersebut mungkin secara khusus menargetkan pejabat tinggi Houthi.”
Pernyataan ini sejalan dengan laporan media Israel sebelumnya yang menunjukkan bahwa para pemimpin politik kelompok yang didukung Iran kemungkinan termasuk di antara target yang dituju.
Namun, pihak Houthi dengan tegas menolak klaim tersebut.
Mereka menuduh Israel menyerang infrastruktur sipil dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional, sementara Kementerian Kesehatan Masyarakat dan Kependudukan Yaman mengecam tindakan tersebut sebagai kejahatan perang.
Sementara itu, beberapa hari sebelumnya, pihak Houthi telah mengklaim bertanggung jawab atas peluncuran rudal ke Israel selatan, serangan yang menurut pertahanan Israel berhasil mereka cegat.
(***)