RIAU24.COM - Gempa bumi kuat dengan kekuatan 7,7 SR melanda Myanmar pada Jumat (28 Maret), Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengonfirmasi.
Gempa itu cukup kuat untuk dirasakan di negara-negara tetangga, termasuk China, Thailand">Thailand, India, dan Vietnam.
USGS melaporkan bahwa pusat gempa terletak di dekat kota pusat Myanmar, Mandalay, sekitar 50 km timur Monywa, dan pada kedalaman dangkal hanya 10 km (enam mil).
Dampak di seluruh wilayah
Getaran mencapai sejauh Thailand utara dan ibu kota, Bangkok, yang terletak lebih dari 1.400 km dari pusat gempa.
Gedung-gedung di Bangkok terlihat bergoyang, mendorong ratusan orang bergegas ke jalan.
Visual yang diposting di media sosial tampaknya menunjukkan runtuhnya bangunan di distrik Chatuchak kota.
Beberapa layanan metro dan kereta ringan di Bangkok ditangguhkan sementara karena gempa.
Di provinsi Yunnan, barat daya China, gempa juga dirasakan, dengan badan pemantau gempa Beijing mencatat magnitudo 7,9.
Gempa juga dirasakan di Vietnam, dan getaran ringan dialami di wilayah Benggala Barat dan Manipur India, termasuk Kolkata dan Imphal.
Menurut sumber yang dikutip oleh kantor berita PTI, belum ada laporan langsung tentang kerusakan atau korban di Kolkata.
Gempa bumi bukanlah hal yang aneh di Myanmar. Antara tahun 1930 dan 1956, enam gempa bumi dengan magnitudo 7,0 atau lebih tinggi melanda dekat Sesar Sagaing, yang membentang dari utara ke selatan melalui jantung negara itu, menurut USGS.
(***)