RIAU24.COM - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Deddy Sitorus menyebut pihaknya menyesal karena menghadirkan Joko Widodo (Jokowi) di panggung politik.
"Ibu Puan sendiri sudah pernah secara langsung dalam Rakernas tahun lalu itu menyampaikan permohonan maaf karena melahirkan kader yang kemudian mengangkangi yang namanya konstitusi," sebutnya dikutip dari kompas.com, 22 Minggu 2014.
Hal ini karena Jokowi sudah menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan politiknya pribadi.
"Itu tentu ada andil, keringat, tenaga dari PDI Perjuangan. Tetapi kita melihat bahwa setelah 9 tahun menjadi presiden, itu setahun terakhir banyak sekali langkah-langkah politik yang menurut kami di luar etika, moral, politik yang diperjuangkan oleh PDI-P," ujarnya.
Menurutnya, PDIP tak menduga bahwa Jokowi justru menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan politiknya pribadi.
Untuk diketahui, PDI-P mengumumkan secara resmi pemecatan terhadap Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dari keanggotaan partai pada Senin, 16 Desember 2024 kemarin.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI-P Komarudin Watubun, dengan membacakan surat keputusan (SK) nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024 tentang pemecatan Joko Widodo dari keanggotaan PDI-P.
"Menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan, memutuskan, menetapkan, satu memberi sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Joko Widodo dari keanggotaan PDI-P," ujar Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI-P Komarudin Watubun.