PWI Siak Bekali Kepala Sekolah Literasi Media, Perkuat Pemahaman Jurnalistik di Era Digital

R24/lin
PWI Siak Bekali Kepala Sekolah Literasi Media, Perkuat Pemahaman Jurnalistik di Era Digital
PWI Siak Bekali Kepala Sekolah Literasi Media, Perkuat Pemahaman Jurnalistik di Era Digital

RIAU24.COM - SIAK – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak membekali kepala sekolah dengan pemahaman literasi media dan jurnalistik melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kepala Sekolah Melek Jurnalistik, Sekolah Cerdas di Era Digital”, Kamis (29/10/2026), di Aula Kantor Camat Tualang, Kabupaten Siak.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kepala sekolah mengenai dunia jurnalistik, keterbukaan informasi publik, serta pentingnya kemampuan memilah dan memverifikasi informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Selain itu, FGD ini menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan kemitraan antara insan pers dan dunia pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Siak Afni Z yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Siak Rozi Chandra, Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar, perwakilan Dewan Pers Mario Abdillah Khair, Camat Tualang Arie Darmawan, Kanit Intel Polsek Tualang Iptu Sugeng, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Siak Dadang Heru Dini, Ketua MKKS SMK Kabupaten Siak Raja Zalhairi, serta kepala sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Siak dan mitra kerja PWI Siak.

Kepala Diskominfo Siak Rozi Chandra saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari tanggung jawab lembaga pemerintah, termasuk satuan pendidikan.

Menurutnya, sekolah merupakan salah satu ujung tombak pelayanan publik di bidang pendidikan yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara tepat dan bertanggung jawab.

“Kita sebagai lembaga pemerintah wajib memberikan informasi publik. Sekolah merupakan salah satu etalase pemerintah di sektor pendidikan. Bapak dan ibu kepala sekolah ibarat CEO di sekolah masing-masing yang turut bertanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Rozi juga mengingatkan agar kepala sekolah lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus dipastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ia turut menekankan pentingnya pemahaman mengenai mekanisme kerja jurnalistik, hak dan kewajiban pers, serta cara memverifikasi identitas wartawan yang datang ke sekolah untuk melakukan peliputan atau meminta informasi.

Dengan pemahaman tersebut, kepala sekolah diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan insan pers, sekaligus menyikapi permintaan informasi secara tepat sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi publik dan perlindungan informasi pribadi.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA Kabupaten Siak Dadang Heru Dini mengapresiasi PWI Siak yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan edukasi jurnalistik bagi kepala sekolah.

Menurutnya, pemahaman jurnalistik merupakan pengetahuan penting yang perlu dimiliki kepala sekolah, terutama dalam menjalankan peran sebagai pemimpin satuan pendidikan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Kami para kepala sekolah tidak belajar jurnalistik secara khusus. Jadi, ilmu itu kami dapat dari kegiatan seperti ini. Kami membutuhkan informasi tentang jurnalistik karena belajar secara otodidak terkadang kurang fokus. Kegiatan ini merupakan investasi ilmu bagi kita semua,” ungkapnya.

Dadang menilai media dan wartawan merupakan mitra penting bagi sekolah dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai kegiatan, program, serta perkembangan dunia pendidikan kepada masyarakat.

Namun, ia mengakui masih terdapat kepala sekolah yang belum terbiasa berinteraksi dengan wartawan karena keterbatasan pemahaman mengenai cara kerja jurnalistik.

“Kadang di lapangan masih ada sebagian dari kami yang belum akrab dengan wartawan. Ini semata-mata karena kami belum memahami cara kerja jurnalistik dan bagaimana menyikapinya. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap bisa lebih siap ketika berhadapan dengan jurnalis,” katanya.

Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar menegaskan bahwa literasi media menjadi kebutuhan penting bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kepala sekolah, guru, dan siswa.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Masyarakat dapat mengakses berbagai informasi dengan mudah melalui telepon genggam, tetapi tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenaran dan manfaatnya.

“Di era digital kita bangun pagi membuka ponsel, informasi sudah masuk. Kadang informasinya baik, kadang tidak baik. Karena itu, literasi media menjadi kebutuhan penting bagi semua kalangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan FGD tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi kepala sekolah ketika berhadapan dengan media.

Sebagai pemimpin satuan pendidikan, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, kemampuan memahami karakteristik media, menjaga akurasi informasi, serta membangun komunikasi yang baik menjadi hal yang perlu terus ditingkatkan.

“Prinsipnya sederhana, saring sebelum sharing. Ini berlaku bagi wartawan maupun bapak dan ibu kepala sekolah,” tegasnya.

Ketua PWI Kabupaten Siak Wiwik Widaningsih mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PWI Siak untuk meningkatkan pemahaman literasi media dan jurnalistik, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin menjadikan FGD ini sebagai ruang berbagi pengetahuan, berdiskusi, serta mencari langkah bersama dalam menghadapi tantangan informasi di era digital,” kata Wiwik.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membangun pemahaman yang lebih baik antara insan pers dan pihak sekolah, sehingga tercipta hubungan kerja yang profesional, terbuka, dan saling mendukung.

Menurutnya, pemahaman jurnalistik tidak hanya membantu kepala sekolah dalam berkomunikasi dengan media, tetapi juga mendorong terciptanya penyampaian informasi pendidikan yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan para kepala sekolah. Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta memperdalam pemahaman mengenai literasi media dan praktik jurnalistik di era digital.

Melalui kegiatan ini, PWI Siak berharap kepala sekolah semakin memahami peran dan mekanisme kerja pers, mampu menyikapi arus informasi secara bijak, serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan insan pers dalam mendukung keterbukaan informasi publik di Kabupaten Siak.(Lin)

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak