RIAU24.COM - PEKANBARU – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Riau bertemu Sekretaris DPW Partai NasDem Riau H. Yopi Arianto SE, di Pendopo Kopi, Pekanbaru, Sabtu (26/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas sejumlah persoalan aktual di Riau sekaligus memperkuat komunikasi antara organisasi perusahaan media siber dan unsur partai politik.
Ketua JMSI Riau H. Dheni Kurnia memimpin pertemuan yang berlangsung dalam suasana terbuka dan informal tersebut. Sejumlah pengurus JMSI ikut berdiskusi, di antaranya Pengurus Pusat JMSI Satria Utama Batubara, Dewan Pertimbangan JMSI Riau Assoc. Prof. Dr. H. Syafriadi, S.H., M.H., Sekretaris JMSI Riau Alzam Deri, serta pengurus lainnya.
Pembahasan tidak hanya menyentuh hubungan kelembagaan. Dinamika informasi digital, persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, hingga kebutuhan membangun komunikasi publik yang sehat turut menjadi bagian dari diskusi.
Yopi Arianto menilai pertemuan antara insan pers dan elemen politik perlu dilakukan secara berkala. Menurutnya, komunikasi langsung dapat membuka ruang pertukaran gagasan sekaligus mempertemukan berbagai perspektif mengenai persoalan daerah.
“Pertemuan seperti ini harus sering dilakukan. Dengan dialog yang sehat, kita bisa saling bertukar pikiran dan mudah-mudahan menghasilkan solusi-solusi cerdas terhadap berbagai persoalan yang ada di Riau. Ke depan saya akan ajak Ketua DPW NasDem Riau Pak Willy Aditya untuk berdiskusi seperti ini,” katanya.
Salah satu isu yang mencuat dalam dialog tersebut adalah persoalan ketersediaan solar bersubsidi yang sebelumnya memunculkan antrean di sejumlah SPBU di Riau.
Bupati Inhu dua periode dimasanya ini mendorong tokoh masyarakat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) duduk bersama untuk mencari akar persoalan dan solusi.
“Tokoh-tokoh masyarakat bersama Forkopimda perlu duduk bersama membahas persoalan ini. Kita cari apa masalahnya dan bagaimana solusinya,” ujar Yopi.
Dheni menegaskan komunikasi dengan partai politik maupun elemen lainnya tetap ditempatkan dalam koridor profesionalisme dan independensi pers. JMSI, kata dia, memiliki tanggung jawab menjaga kualitas jurnalistik sekaligus menyediakan ruang informasi yang berimbang bagi masyarakat.
“Pers memiliki fungsi memberikan informasi kepada publik sekaligus menjadi ruang dialog. Karena itu, komunikasi dengan berbagai pihak penting agar persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat dilihat dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga membuka peluang komunikasi lanjutan dalam membahas isu pembangunan, literasi media, komunikasi publik, serta berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat Riau.
Bagi JMSI Riau, dialog lintas sektor menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif jurnalistik tanpa mengurangi independensi media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. (rls)