RIAU24.COM - SIAK – Menyambut tahun ajaran baru, Yayasan Al-Kautsar menggelar silaturahmi dan rapat bersama seluruh kepala lembaga, dewan guru serta tenaga kependidikan di lingkungan yayasan, Jumat (07/08/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an, Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Yai Ali Mustain dan Ibu Lailatul M selaku pengurus Yayasan Al-Kautsar.
Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh kepala lembaga pendidikan dan pesantren di lingkungan Yayasan Al-Kautsar, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga lembaga Tahfidz, bersama dewan guru dan tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Yai Ali Mustain mengajak seluruh keluarga besar Yayasan Al-Kautsar menjadikan awal tahun ajaran baru sebagai momentum untuk memperkuat kembali kebersamaan dan menyatukan visi seluruh lembaga.
Menurutnya, setiap lembaga memiliki peran penting dalam membangun pendidikan yang berkarakter. Karena itu, kepala lembaga, guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat bekerja dengan satu arah dan komitmen yang sama.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita kembali menguatkan visi dan misi bersama. Kita ingin seluruh lembaga di bawah Yayasan Al-Kautsar berjalan dengan arah yang sama, saling mendukung dan terus memberikan yang terbaik untuk peserta didik,” demikian pesan yang disampaikan Yai Ali dalam pertemuan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan sekaligus mengembangkan program-program unggulan yang selama ini menjadi kekuatan lembaga pendidikan di bawah yayasan.
Sementara itu, Ibu Lailatul M dalam sambutannya turut mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk menjaga kekompakan serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, akhlak, kemandirian dan keterampilan yang dapat menjadi bekal mereka di masa depan.
“Kita ingin anak-anak mendapatkan pendidikan yang lengkap. Mereka memiliki dasar agama yang kuat, dekat dengan Al-Qur’an, tetapi juga mempunyai keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Ibu Lailatul.
Ia menyebut sejumlah program unggulan yang terus diperkuat, di antaranya Tahfidz Al-Qur’an 30 juz, multimedia dan digital creator, serta keterampilan menjahit.
Program tersebut menjadi bagian dari konsep pendidikan berkarakter yang dikembangkan Yayasan Al-Kautsar. Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis dan kreativitas.
Khusus Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an, program pendidikan tersebut didukung fasilitas yang memadai serta pendampingan dari ustaz dan ustazah yang kompeten.
Pola pembinaan santri juga menjadi salah satu perhatian. Pesantren menerapkan pendampingan yang intensif dengan perbandingan sekitar satu ustaz atau ustazah untuk 10 santri.
Pola tersebut diharapkan dapat menciptakan pembinaan yang lebih dekat sehingga perkembangan santri dapat diperhatikan secara lebih optimal, baik dalam pembelajaran, tahfidz, kedisiplinan maupun pembentukan karakter.
Pertemuan awal tahun ajaran baru ini kemudian menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kembali program di seluruh lembaga.
Yayasan Al-Kautsar berharap seluruh kepala lembaga, guru dan tenaga kependidikan dapat terus menjaga kekompakan serta membangun budaya kerja yang saling mendukung.
Dengan menggabungkan pendidikan agama, tahfidz Al-Qur’an, karakter dan keterampilan, Yayasan Al-Kautsar berkomitmen menghadirkan pendidikan yang mampu mempersiapkan generasi berilmu, berakhlak, mandiri dan memiliki keterampilan menghadapi tantangan masa depan.(Lina)