Pertamina Jajaki Kemitraan Teknologi dengan SLB, Dorong Efisiensi Operasi dan Ketahanan Energi Nasional

R24/dev
Pertamina menjajaki kerja sama strategis dengan SLB sebagai penyedia teknologi dalam mempercepat peningkatan produksi migas nasional dalam rangkaian Offshore Technology Conference (OTC) di Houston, Texas, Amerika Serikat pada Kamis (7/5/2026). Foto: Dok. Pertamina
Pertamina menjajaki kerja sama strategis dengan SLB sebagai penyedia teknologi dalam mempercepat peningkatan produksi migas nasional dalam rangkaian Offshore Technology Conference (OTC) di Houston, Texas, Amerika Serikat pada Kamis (7/5/2026). Foto: Dok. Pertamina

RIAU24.COM - PT Pertamina (Persero) menjajaki kerja sama strategis dengan SLB (sebelumnya Schlumberger)  sebagai mitra teknologi global untuk memperkuat kinerja sektor hulu minyak dan gas (migas) nasional. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan produksi migas, mengoptimalkan aset, serta memperkuat efisiensi dan keberlanjutan operasi energi Indonesia.

Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan dalam rangkaian agenda Offshore Technology Conference (OTC) di Houston, Amerika Serikat. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam mendukung agenda ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui optimalisasi sumber daya domestik berbasis teknologi.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan industri migas yang semakin kompleks, mulai dari peningkatan produksi, efisiensi biaya, hingga pengurangan emisi karbon.

“Kolaborasi dengan mitra teknologi seperti SLB merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Kami tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan operasi yang efisien, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Oki.

Ruang lingkup penjajakan kerja sama mencakup sejumlah area strategis, antara lain optimalisasi aset migas, peningkatan keandalan operasional, pengembangan teknologi untuk peningkatan produksi minyak dan gas, efisiensi biaya, pengurangan emisi karbon, serta pemanfaatan teknologi digital dan analisis data dalam pengelolaan operasi.

SLB, perusahaan teknologi energi global yang sebelumnya dikenal sebagai Schlumberger, memiliki portofolio solusi terintegrasi untuk mendukung berbagai tahapan industri energi, mulai dari eksplorasi, pengembangan lapangan, produksi migas, hingga teknologi digital dan solusi energi rendah karbon.

Dengan dukungan teknologi di bidang pengembangan bawah permukaan (subsurface), sistem produksi, digitalisasi operasi, serta solusi rendah karbon, SLB dinilai memiliki kapabilitas untuk mendukung transformasi kinerja industri hulu migas Indonesia.

Pertamina melihat integrasi teknologi dan inovasi sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing industri migas nasional. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penciptaan operasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kolaborasi dengan mitra teknologi global menjadi bagian dari langkah strategis Pertamina dalam mempercepat pencapaian target produksi migas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi energi.

Melalui sinergi teknologi, efisiensi operasional, dan komitmen terhadap keberlanjutan, Pertamina berharap sektor energi nasional dapat tumbuh lebih kompetitif serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. ***

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak