Alasannya karena kondisi IKN yang masih sepi, dikutip dari kompas.com, Sabtu 4 Juli 2026.
"Mungkin gak, karena IKN terlalu sepi," ujarnya.
Sampai hari ini pemerintah belum menetapkan lokasi Pusat Finansial Internasional.
Hal ini karena pembahasannya masih terus berjalan.
Tambahnya, sejumlah daerah masih dipertimbangkan sebagai kandidat lokasi pembangunan pusat keuangan tersebut.
Katanya, lokasi yang dipilih nantinya harus mampu memberikan kenyamanan bagi investor dari berbagai negara.
"Kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali, tapi mungkin ada beberapa titik juga. Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor," ujarnya.