RIAU24.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61persen pada kuartal I 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy).
Hal ini dikalim melampaui rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 dan ASEAN, dikutip dari liputan6.com, Senin 22 Juni 2026.
"Indonesia terus tampil menonjol dengan pertumbuhan PDB kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen yoy, mengungguli banyak negara G20 dan ASEAN. Di saat yang sama, kami mempertahankan stabilitas harga dengan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen," ujarnya.
Hal ini membuktikan Indonesia memasuki kuartal I 2026 dengan pertumbuhan yang kuat, inflasi terkendali, dan ketahanan kebijakan yang kredibel.
Purbaya juga menyoroti ketahanan Indonesia dalam menghadapi risiko gangguan energi global.
Menurutnya, Indonesia berada pada kelompok negara dengan tingkat eksposur rendah dan memiliki bantalan (buffer) yang kuat.
Skor ketahanan energi Indonesia mencapai 77 persen, sedikit di atas China yang sebesar 76 persen.
Tambahnya, ketahanan tersebut ditopang oleh pengelolaan fiskal yang prudent dengan defisit anggaran yang tetap dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB, sehingga APBN memiliki ruang yang memadai untuk meredam gejolak eksternal.
Selain itu, sejumlah indikator menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap solid, antara lain PMI manufaktur yang berada pada level ekspansif 50,0, pertumbuhan likuiditas perekonomian (M0) sebesar 14,8 persen yoy, serta pertumbuhan kredit perbankan sebesar 11,5 persen yoy.