RIAU24.COM - Ekonom Senior Universitas Indonesia (UI), Prof Mohamad Ikhsan menyebut pertumbuhan ekonomi era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sempat menyentuh angka 7 persen merupakan buah dari hasil kerja keras dari dua presiden terdahulu di era awal reformasi.
Pertama, basis ekonomi nasional yang ditanam sejak era pemerintahan Presiden ke-3 RI BJ Habibie, dikutip dari rmol.id, Senin, 22 Juni 2026.
"Kemudian dirawat dengan baik oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri," sebutnya.
"Apa yang dilakukan oleh Pak Habibie dan diteruskan oleh Bu Mega, kemudian dampaknya yang menerima itu adalah Pak SBY," ujarnya.
Di era Habibie, proses mengembalikan urat nadi pertumbuhan ekonomi Indonesia dilakukan secara institusional.
Caranya dengan memperkuat taji sejumlah lembaga negara yang berkaitan langsung dengan otoritas keuangan.
"Pertumbuhan ekonomi yang mendekati Orde Baru itu adalah Pak SBY. Tapi, basisnya apa? Karena institusi yang dibuat oleh Pak Habibie dan diteruskan oleh Bu Mega," ujarnya.
Kontribusi utama BJ Habibie adalah membangun pondasi institusi yang kokoh. Mulai dari melahirkan Bank Indonesia (BI) yang independen, hingga mengesahkan aturan anti-monopoli (KPPU).
Hanya saja, kendala saat itu adalah tata kelola sistem fiskal.
Penegakan prinsip disiplin anggaran sangat terasa di tubuh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang kemudian dilanjutkan secara konsisten oleh Megawati.