RIAU24.COM - Pengamat politik Fernando Emas berharap kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tidak mengabaikan kondisi ekonomi masyarakat.
Hal ini berpotensi memicu gejolak sosial dan politik, dikutip dari rmol.id, Sabtu 13 Juni 2026.
Pemerintah juga diminta segera mengambil langkah konkret mengantisipasi munculnya gelombang protes besar menjadi Reformasi 1998 Jilid II.
"Hal ini akan terjadi apabila persoalan ekonomi rakyat tidak segera ditangani," ujarnya.
"Saya tidak menakut-nakuti pemerintahan Prabowo, melainkan memberi peringatan berbasis sejarah nyata. Kondisi yang pernah memicu ledakan sosial seperti 1998 berpotensi berulang jika pemerintah tidak segera bertindak," tambahnya.
Tambahnya, potensi gejolak muncul apabila pemerintah gagal atau terlambat melakukan pembenahan, terutama di sektor ekonomi.
Karena itu, ia menilai masih terdapat peluang bagi Presiden Prabowo untuk mengambil kebijakan yang tepat.
"Hal ini dilakukan guna mencegah akumulasi ketidakpuasan publik," sebutnya.
"Masih ada jendela peluang bagi Presiden Prabowo untuk mengambil langkah-langkah konkret dan terukur guna mencegah akumulasi kemarahan publik mencapai titik kritis yang tidak terkendali," tutupnya.