RIAU24.COM - Ekonom Bank Permata, Joshua Pardede meminta pemerintah tak menyalahkan situasi global sebagai satu-satunya penyebab jatuhnya Rupiah.
Padahal, tekanan terhadap mata uang domestik yang berasal dari dalam negeri juga bisa menyebabkan Rupiah jatuh, dikutip dari rmol.id Sabtu 23 Mei 2026.
Seperti misalnya faktor musiman yang ikut meningkatkan permintaan Dolar AS pada kuartal II-2026.
Dia mencontohkan pembayaran dividen perusahaan-perusahaan terbuka yang umumnya jatuh pada Bulan Mei.
"Listed companies banyak yang bayar dividen di bulan Mei. Jadi wajar ada peningkatan permintaan Dolar di kuartal kedua," sebutnya.
Lalu, permintaan valas yang dapat meningkat. Hal ini terjadi akibat musim haji asal Indonesia.
Kondisi ini jelas mendorong kebutuhan transaksi dalam mata uang asing.
Agar Rupiah dapat menguat, dia mendorong penguatan penggunaan Local Currency Transaction (LCT).
"Agar ketergantungan terhadap Dolar AS dalam transaksi internasional bisa dikurangi," sebutnya.