Video Ceramah JK Dinilai Banyak Rekayasanya

R24/azhar
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Sumber: Internet
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Sumber: Internet

RIAU24.COM - Ekonom senior, Didik J. Rachbini meyebut telah terjadi rekayasa narasi melalui potongan video yang disebarluaskan untuk menjatuhkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).

Ceramah tersebut diketahui dilakuan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 5 Maret 2026 bertajuk: Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar, dikutip dari rmol.id Minggu, 19 April 2026.

JK dilaporkan ke polisi dengan tuduhan menistakan ajaran agama Kristen lewat ceramahnya tersebut. 

Dia yakin isi ceramah tersebut dipotong dan disebarkan secara tidak utuh sehingga menimbulkan makna yang berbeda dari konteks sebenarnya.

"Saya pastikan itu adalah rekayasa yang membalikkan makna penjelasan yang sebenarnya. Penyebaran potongan tersebut mengandung anasir jahat dan fitnah," ujarnya.

Narasi yang disebarkan bahkan mengarah pada upaya adu domba antarumat beragama. 

Kondisi ini dia nilai sangat berbahaya karena dapat merusak upaya panjang dalam membangun kerukunan dan kebersamaan antar anak bangsa.

Dalam ceramah tersebut, JK hanya menceritakan pengalaman masa lalu saat menjadi juru damai dalam konflik berdarah antara kelompok Islam dan Kristen. 

Saat itu, masing-masing pihak memiliki keyakinan ekstrem, termasuk menganggap aksi kekerasan sebagai jalan menuju surga.

Namun, penjelasan itu dipotong dan disebarluaskan seolah-olah merupakan pernyataan yang membenarkan tindakan kekerasan terhadap umat lain.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak