Akankah PBB Mendengar Desakan SBY Investigasi Gugurnya Prajurit TNI

R24/azhar
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Sumber: Internet
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan investigasi secara serius, jujur, dan adil, buntut gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon.

Desakan ditujukan kepada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang dia nilai bertanggung jawab menjelaskan rangkaian insiden yang menyebabkan jatuhnya korban dari Indonesia, dikutip dari rmol.id, Minggu, 5 April 2026.

Desakan harus dilakukan karena dirinya pernah bertugas sebagai Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia pada 1995-1996.

Saat itu investigasi dalam situasi konflik tetap bisa dilakukan meski tidak mudah.

"Pasukan penjaga perdamaian PBB sejatinya bertugas menjaga perdamaian (peacekeeping), bukan melakukan operasi tempur (peacemaking). Karena itu, mereka tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak memiliki mandat tempur," ujarnya.

Sayangnya, kondisi di lapangan telah berubah, di mana pasukan Indonesia yang berada di garis “Blue Line” kini justru berada di wilayah pertempuran aktif antara Israel dan Hizbullah.

"Keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi peacekeeper karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung," sebutnya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak