RIAU24.COM - Meskipun Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) biasanya dianggap sebagai klub keamanan, skala ekonominya sungguh mencengangkan.
Bersama-sama, sepuluh anggotanya kini menyumbang hampir $26,8 triliun PDB, sekitar 22,5% dari ekonomi dunia, berdasarkan perkiraan IMF untuk tahun 2025.
Hal ini menempatkan kelompok ini dekat dengan G7 dalam skalanya, dan tidak jauh di belakang NATO, yang mewakili sekitar 30% PDB global.
Siapa pemain terbesarnya?
SCO didominasi oleh tiga anggota terbesarnya.
Tiongkok menyumbang lebih dari 70% PDB blok tersebut, dengan nilai lebih dari $19 triliun.
India menyumbang $4,2 triliun, dan Rusia menambahkan sekitar $2,1 triliun.
Bersama-sama, ketiganya menyumbang hampir sembilan persepuluh dari total perekonomian.
Anggota lainnya, Iran, Pakistan, Kazakhstan, Uzbekistan, Belarus, Kirgistan, dan Tajikistan, secara bersama-sama menyumbang kurang dari 15%.
Bagaimana SCO dibandingkan dengan blok lain?
SCO memang besar, tetapi bukan yang terbesar.
G7 mewakili sekitar $30 triliun PDB, sementara gabungan anggota NATO menghasilkan hampir $36 triliun.
Kelompok BRICS, setelah ekspansinya, adalah yang terbesar, dengan perkiraan $48 triliun, atau hampir 40% dari PDB global.
Sebagai perbandingan, SCO terlihat lebih kecil, tetapi masih cukup kuat untuk dianggap sebagai blok besar.
PDB dan PNB: Apa yang ditunjukkan angka-angkanya?
PDB mengukur output di dalam suatu negara, sementara PNB mengukur pendapatan warga negaranya.
Perbedaannya kecil untuk sebagian besar negara SCO.
Misalnya, PNB Tiongkok adalah $18,9 triliun dibandingkan PDB sebesar $19,4 triliun.
PNB India adalah $3,6 triliun, sedikit lebih rendah dari PDB-nya.
PNB Iran ($421 miliar) lebih tinggi dari PDB-nya ($341 miliar), sementara PNB Kazakhstan lebih rendah.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun SCO besar, sebagian besar kekuatan ekonominya masih terkonsentrasi di dalam wilayahnya.
(***)