RIAU24.COM - Menteri Luar Negeri Prancis telah tiba di Greenland untuk menyatakan solidaritas negaranya dengan wilayah otonomi Denmark, demikian pernyataan kementerian, setelah Donald Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih pulau tersebut oleh Amerika Serikat.
Kunjungan dua hari Jean-Noel Barrot pada hari Sabtu ini dilakukan beberapa hari setelah televisi publik Denmark melaporkan bahwa setidaknya tiga pejabat AS yang dekat dengan Presiden Trump telah berada di Greenland untuk mengidentifikasi orang-orang yang dapat mereka gunakan dalam kampanye pengaruh anti-Denmark.
Denmark memanggil kuasa usaha AS pada hari Rabu setelah laporan operasi interferensi yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai isu-isu yang telah menciptakan ketegangan antara Greenland dan Denmark.
Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan kunjungan Barrot akan menunjukkan solidaritas Prancis dengan Denmark, Greenland, dan rakyat Greenland dalam menghadapi tantangan saat ini, menurut sebuah pernyataan.
Menteri Luar Negeri tersebut mengunjungi kapal angkatan laut Prancis, BSAM Garonne, di pelabuhan Nuuk, ibu kota Greenland, pada hari Sabtu.
"Wilayah-wilayah ini memang terpencil, tetapi kini terdampak oleh suatu bentuk konflik, suatu bentuk agresi baru, itulah sebabnya Prancis, kekuatan maritim utama, hadir di sana hari ini," kata Barrot.
Ia akan bertemu pada hari Minggu dengan mitranya dari Greenland, Vivian Motzfeldt, dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen sebelum mengadakan konferensi pers.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Greenland pada bulan Juni, menyatakan solidaritas Eropa dengan rakyatnya dan mengkritik ancaman Trump untuk mencaplok pulau Arktik tersebut.
Sejak kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan Greenland yang berlokasi strategis dan kaya sumber daya untuk alasan keamanan, dan menolak untuk mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengamankannya.
Baik Denmark maupun Greenland bersikeras bahwa pulau itu tidak untuk dijual dan bahwa mereka akan menentukan masa depannya sendiri.
Sebagian besar dari 57.000 penduduk Greenland ingin merdeka dari Denmark, menurut jajak pendapat bulan Januari, tetapi tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat.
(***)