KTT SCO 2025: Bisakah Blok Tersebut Melawan Perang Tarif Donald Trump?

R24/tya
Foto keluarga selama pertemuan puncak para pemimpin Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Samarkand, 2022 /AFP
Foto keluarga selama pertemuan puncak para pemimpin Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Samarkand, 2022 /AFP

RIAU24.COM Tiongkok menjadi tuan rumah KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin dari 31 Agustus hingga 1 September.

Semua mata tertuju pada pertemuan antara Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri Tiongkok Xi Jinping, dan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin.

Di tengah dunia Trumpian yang penuh ketidakpastian, SCO dapat memainkan peran penting untuk menghubungkan tiga kekuatan Asia - India-Tiongkok-Rusia dan menawarkan alternatif yang menarik bagi dunia terhadap tatanan ekonomi tradisional yang dipimpin Barat.

Dengan tujuan mewujudkan kerangka kerja global multipolar, sekaligus menunjukkan dominasinya, ketiga negara tersebut, beserta seluruh negara anggota SCO lainnya, akan bertemu pada 31 Agustus untuk melawan ketidakpastian tindakan perdagangan Washington.

Penataan ulang ekonomi, de-dolarisasi dan penolakan terhadap proteksionisme

Negara-negara anggota SCO bertujuan untuk mencapai integrasi ekonomi dengan menyediakan alternatif bagi tatanan ekonomi yang terhubung.

Salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan pada mekanisme keuangan Barat, khususnya dolar AS.

Meskipun Trump telah mengeluarkan berbagai ancaman kepada negara-negara yang mencari alternatif selain dolar AS, negara-negara anggota SCO telah memulai diskusi seputar mata uang alternatif seperti yuan dan sistem pembayaran regional.

Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan perlindungan ekonomi negara-negara anggota dari guncangan ekonomi eksternal seperti tarif atau sanksi.

Penekanan organisasi pada peningkatan ketahanan ekonomi dan pembangunan rantai pasokan berkelanjutan di antara negara-negara anggota membantu meredam dampak tarif eksternal.

SCO selalu mengkritik praktik perdagangan unilateral dan taktik tekanan.

SCO menuntut reformasi di badan-badan perdagangan global seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan memperjuangkan tatanan berbasis aturan yang mempromosikan transparansi dan keadilan, serta bebas dari paksaan ekonomi.

SCO juga dipandang sebagai pernyataan geopolitik yang kuat terhadap Barat atas pesan konsolidasi Global Selatan-nya.

Di tengah kebijakan proteksionisme Amerika yang masif, SCO dapat menjadi sistem perdagangan global yang menunjukkan persatuan, ketahanan, dan keinginan bersama untuk arah ekonomi baru.

(***)

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak