Hamas Mengonfirmasi Pemimpin Militernya di Gaza, Mohammad Sinwar Dibunuh oleh Israel

R24/tya
Kepala Hamas di Gaza, Mohammad Sinwar /X
Kepala Hamas di Gaza, Mohammad Sinwar /X

RIAU24.COM - Beberapa bulan setelah Israel mengklaim telah melenyapkan pemimpin Hamas, Mohammad Sinwar, pemimpin Hamas di Gaza, mengonfirmasi kematiannya.

Meskipun Hamas tidak mengungkapkan detail bagaimana dan kapan ia dibunuh, Hamas mempublikasikan foto Sinwar bersama tentara Hamas lainnya, menyebut mereka sebagai ‘martir.’

Hamas mengisyaratkan bahwa setelah Sinwar, rekan dekatnya, Izz al-Din Haddad, diperkirakan akan mengawasi operasi sayap bersenjata Hamas di seluruh wilayah kantong Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 28 Mei mengumumkan bahwa militer Israel telah membunuh pemimpin Hamas di Gaza, Muhammad Sinwar, dalam serangan udara pada 13 Mei.

Siapa Mohammad Sinwar?

Mohammad Sinwar adalah saudara dari mantan pemimpin yang terbunuh, Yahya Sinwar, yang dibunuh oleh militer Israel pada Oktober 2024 dalam baku tembak di daerah kantong Palestina tersebut.

Mohammad Sinwar dijuluki 'bayangan' karena aktivitasnya yang penuh rahasia.

Ia menjadi terkenal setelah penculikan tentara Israel Gilad Shalit pada tahun 2006.

Hal ini memicu kesepakatan pertukaran tahanan Gilad Shalit antara Israel dan Hamas, yang membebaskan 1.027 tahanan dengan imbalan Shalit.

Berdasarkan kesepakatan ini, Israel harus membebaskan Yahya Sinwar, yang menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel karena menculik tentara Israel pada tahun 1989.

Sejak saat itu, ia memainkan peran penting dalam menangani perencanaan 'di balik layar' Hamas.

Menjelang pembunuhannya pada bulan Mei tahun ini, Israel telah memberikan hadiah sebesar $300.000 untuknya.

Lahir di kamp pengungsi Khan Younis pada tahun 1975, keluarga Sinwar melarikan diri dari Al-Majdal Asqalan selama Perang Arab-Israel 1948. Ia bergabung dengan gerakan militer Hamas pada tahun 1991.

Pada tahun yang sama, ia ditangkap oleh Israel atas tuduhan terorisme tetapi dibebaskan setahun kemudian.

Sekitar waktu yang sama, ia juga ditangkap oleh Otoritas Palestina di Ramallah. Baru pada tahun 2005 ia menjadi komandan brigade Khan Younis Hamas.

Menurut laporan, ia telah lolos dari enam upaya pembunuhan oleh IDF hingga Mei 2021.

Serangan terbaru Israel terhadap Hamas

Serangan udara Israel di Gaza tengah pada Sabtu sore dilaporkan menargetkan Abu Obeida, juru bicara sayap militer Hamas.

Serangan itu menghantam dekat sebuah toko roti lokal di Kota Gaza, dengan laporan awal dari wilayah tersebut menyatakan lebih dari sepuluh orang tewas.

Pada hari Jumat, Abu Obeida mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan Israel agar tidak merebut Kota Gaza, sekaligus mengancam keselamatan para sandera Israel yang ditahan di daerah kantong tersebut.

Karena detailnya masih diverifikasi, masih belum jelas apakah Abu Obeida benar-benar tewas dalam serangan itu.

IDF mengatakan operasi itu dilakukan dengan amunisi presisi dan pengawasan udara, yang bertujuan untuk meminimalkan korban sipil.

Militer menambahkan bahwa serangan itu menyusul informasi intelijen spesifik yang diterima oleh Shin Bet dan Intelijen Militer sesaat sebelum serangan.

(***)

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak