RIAU24.COM - BENGKALIS - Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis menggelar aksi demontrasi digedung utama sekolah tinggi Politeknik Negeri Bengkalis Jalan Bathin Alam Desa Sungai alam Kec Bengkalis, Selasa 25 Februari 2025.
Adapun aliansi mahasiswa poltek Bengkalis yang menggelar aksi diikuti sekitar 70 orang mahasiswa dengan kordum Herizal Kurniawan, Jendlap Yusuf Alfian, korlap Luhut Hasibuan,Rifky Laufikram dan Nazua Amanda.
Puluhan mahasiswa tersebut saat aksi menuntut dan menolak terhadap kebijakan kampus yang dikeluarkan melalui surat edaran soal kuliah menggunakan zoom.
Kemudian meminta pimpinan Kampus direktur dan Wakil direktur untuk Mentransparasikan Pengalokasian Dana Kampus.
"Kami meminta kembali hak dana kegiatan Ormawa dan anggaran kemahasiswaan yanh telah ditetapkan,"ungkap Herizal Kurniawan.
Setelah berorasi, massa aksi diterima oleh direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Jonhy Custer, didampingi oleh Dosen Polbeng, Marhadi.
"Mari kawan kawan semua kita perjuangkan hak hak kita yang menjadi prioritas pendidikan untuk kita semua. Mari kita menuntut hak kita dari kampus sehingga kita dan generasi selanjutnya mendapatkan hak sebagai mahasiswa," ujarnya dalam orasinya.
"Kami disini sebagai mahasiswa untuk menanyakan tentang kebijakan yang pimpinan keluarkan melalui surat edaran. Efisiensi anggaran berdampak pada kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi negeri,"orasinya lagi.
"Kami sebagai mahasiswa keberatan atas kebijakan tersebut dan kami khawatir kenaikan UKT akan menghambat akses pendidikan tinggi bagi banyak kalangan. Kami mahasiswa/i polbeng tidak terima akan peraturan dan kebijakan tersebut,"bebernya.
"Jami tidak terima karna tidak transparan terhadap mahasiswa/i di kampus polbeng. Kami juga tidak terima karna tidak di libatkan dlm hal kebijakan ini. Kami bisa terima kuliah daring akan tetapi untuk biaya UKT juga harus bisa disesuaikan,"tegasnya.
Penyampaian direktur Polbeng mengatakan bahwa, untuk kuliah daring sebenarnya memang keinginan kami. Mulai dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir, kenapa seperti itu di karenakan kita menyambut bulan suci ramadhan.
"Maksud dan tujuan kami semua, biar adik adik mahasiswa/i semua bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik, bisa membantu orang tua di rumah, niat kami juga untuk mengurangi biaya mahasiswa/i semua biar tidak banyak mengeluarkan biaya," ungkap Direktur Polbeng.
"Untuk ini dan itu selama bulan puasa nantinya, akan tetapi jika adik adik mahasiswa/i tidak setuju akan semua itu kita kampus siap melaksanakan kuliah tatap muka dan juga kami sudah berupaya utk melaporkan kepimpinan atas supaya bisa menyelesaikan semua hal tersebut,"ujarnya.
"Terkait anggaran saya sudah menerima surat dari Sesdirjendikti terkait anggaran kita. Untuk Anggaran kita 37% di potong dan harus kita upload besok hari jum'at sekitar jam 13.00 Wib, utk 63% nya habis untuk gaji, sehingga yang bisa kita kelola hanya sepertiganya,"ucapnya.
"Anggaran kita juga tidak boleh di alokasikan untuk selain PNS dan P3K sedangkan kita masih mempunyai beberapa non pegawai dan memang beberapa pegawai kita sudah ada yang lulus dalam mengikuti seleksi lainnya, akan tetapi mereka belum mendapat kan SK jadi untuk sementara gaji mereka dari kita semua sampai menunggu SK mereka dapatkan sehingga bisa di gaji dari pusat,"ungkapnya lagi.
"Biaya anggaran listrik kita setahun sekitar ± 300 juta, sedangkan biaya listrik dalam 1 bulan di kampus kita bisa mencapai 30 juta bahkan lebih, belum termasuk yang lainnya. Kita juga sudah berupaya untuk melaporkan ke pimpinan atas supaya bisa di sampaikan ke mentri keuangan untuk bisa menambah anggaran utk kampus kita ini,"pungkasnya.
Dari pantauan, aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Polbeng disebabkan atas dikeluarkan Surat Edaran terkait dengan alokasi efesiensi anggaran dan kuliah daring serta Dana Ormawa yang ditiadakan.
Masa Aksi Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis keberatan serta menolak terhadap beberapa ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran tersebut.