Alasan Perubahan Nama Konstantinopel Menjadi Instanbul

R24/azhar
Kota Instanbul pada 1453. Sumber: Internet
Kota Instanbul pada 1453. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Ketika berbicara soal sejarah dunia, tak lengkap rasanya kalau tidak membahas peradaban salah satu kota di Turki. Terutama ketika Konstantinopel kembali diberi nama Istanbul pada 28 Maret 1930.

Tahukah jika nama Istanbul sudah dipergunakan secara tidak resmi selama hampir 500 tahun?

Sayangnya, penggunaan nama ini tidak pernah diresmikan hingga Republik Turki yang modern berdiri dikutip dari republika.co.id.

Baca Juga: Kedutaan Besar China di Jepang Menyatakan Pihak Berwenang Gagal Bertindak atas Banyaknya Ancaman yang Mereka Terima

Semua bermula ketika wilayah Istanbul sudah didiami manusia sejak 3.000 tahun Sebelum Masehi (SM) yang kemudian berkembang menjadi kota sejak kedatangan penguasa kolonial Yunan pada abad ke-7 SM.

Penguasa kolonial itu dipimpin Raja Byzas. Setelah dikuasai, maka wilayah itu diberi nama Bizantium sampai 330 Masehi.

Ketika Instanbul kedatangan Kaisar Romawi Konstantin I atau Konstantin Yang Agung. Ia memindahkan ibu kota kekaisarannya dari Roma ke Bizantium.

Termasuk mengubah nama kota menjadi Nova Roma atau Roma Baru yang lama kelamaan kota ini dikenal sebagai Konstantinopolis atau Konstantinopel.

Baca Juga: Indonesia Optimis Kesepakatan Minyak Rusia Tidak Akan Membuat AS Marah

Penaklukan demi penaklukan terus terjadi hingga memasuki Perang Salib keempat. Akhirnya, Mehmed Sang Penakluk memimpin pasukan Kekhalifahan Utsmaniyyah pada 1453.

Semasa itulah Konstantinopel disebut Istanbul sebagai nama tidak resmi.

Sayang, Kekhalifahan Utsmaniyah runtuh lalu berdirilah Republik Turki pada 1923. Barulah pada 1930, nama Istanbul menjadi nama resmi kota di Turki.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak