Gundukan Naturim 'NaCL' Atau Garam Dapur yang Terbentuk Dari Pembuangan Limbah ini Dikunjungi Lebih Dari 10.000 Pendaki

R24/anto
Wallpaper Flare
Wallpaper Flare

RIAU24.COM -  Sosial media sekarang merupakan hal yang penting di dalam kehidupan masyarakat. Karena dapat memudahkan aktivitas manusia, baik dalam pekerjaan, sekolah, dan bisa di gunakan untuk hal lain yang berguna

Sosial media saat ini juga telah banyak tersaji yang bisa di akses, dan sosial media juga bisa di jadikan wadah untuk bisa menyalurkan inspirasi dalam membuat sebuah karya dalam bentuk digital. Dalam menggunakan sosmed harus benar benar pandai.

Dalam menggunakan sosial media kitab bisa dikenal banyak orang, baik itu dari hal yang positif maupun hal negative yang dilakukan baik sengaja ataupun tidak. Banyak ragam sosial media untuk kita berkreasi sepetii Instagram, Tiktok, Twitter, Facebook dan masih banyak lagi

Baca Juga: Idris Laena: Mencerdaskan Bangsa, Membangun Peradaban dari Alexandria Islamic School

Di sosial media juga bisa berbagi kisah dari yang mengharukan, mengenaskan, sebuah tragedi. Sosial media juga wadah juga tempat segala informasi terbaru atau terupdate.

Seperti yang beredar di sosial media Instagram dimana ada sebuah kejadian mengenai penemuan gundukan naturim NaCL atau garam dapur yang banyak di kunjungi oleh para pendak. Monte Kali adalah tengara (landmark) yang tidak biasa di kota kecil Heringer di bagian timur Hesse, Jerman. 

Ini adalah gundukan yang menggunung dari natrium klorida atau garam dapur biasa, yang merupakan produk sampingan dari pertambangan kalium atau potash. Selama lebih dari seratus tahun, pertambangan kalium telah menjadi industri utama di wilayah ini.

Pertambangan Potash menghasilkan campuran kalium dan natrium klorida, dengan konten kalium antara 20 persen dan 35 persen. Dengan demikian, untuk setiap ton kalium, ada berberapa ton natrium klorida diproduksi. Limbah natriumklorida ini dibuang di beberapa situs di sekitar wilayah tersebut.

Limbah mengandung hingga 96 persen natrium klorida. Monte Kali mulai tumbuh pada tahun 1973, saat di mana perusahaan kimia K + S membuang limbah natrium klorida. Lebih dari 10.000 pengunjung mendaki gunung garam ini setiap tahun. Dari puncak Monte Kali kita bisa melihat pemandangan kota Heringen.

Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai sebuah kejadian mengenai gundukan naturium ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @sebarinfo.id (15/11/2021). Setidaknya postingan tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih Seribu tanda suka

@_muhammad.10__ :“ First min???? sapa dong :v “

Baca Juga: Kementerian Keuangan Pindahkan 213 Staf ke Direktorat Pajak untuk Tingkatkan Kapasitas Penagihan

@rifqisyahputa :” Kalau hujan apa tdk meleleh “

@ghofar__dan :” Berapa mdpl nih min???? puncak nya namanya puncak asin ya “

@thetuyek :” Nulis Klorida itu "L" nya bukan kapital ya “

@pakpres2045 :” Dijual ke negara lain salah satunya Indonesia bisa gak yah? Atau karena itu limbah jadi gabisa dijual? “

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak