Warga Pelosok Desa di Pulau Bengkalis Kesulitan Dapatkan BBM Pertalite

R24/hari
Warga Pelosok Desa di Pulau Bengkalis Kesulitan Dapatkan BBM Pertalite
Warga Pelosok Desa di Pulau Bengkalis Kesulitan Dapatkan BBM Pertalite

RIAU24.COM - Terkait sulitnya mendapatkan BBM jenis Pertalite di Pulau Bengkalis masih menjadi persoalan bagi masyarakat. Terlihat antrean kendaraan di SPBU, pasokan untuk memenuhi kebutuhan warga hingga ke pelosok desa turut dipertanyakan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Bengkalis, Zulfan, membenarkan adanya antrean pembelian BBM di SPBU. Zulfan menyebut, pihaknya telah menerima informasi dari masyarakat dan turun kelapangan melakukan peninjauan.

“Memang terdapat antrean dalam pembelian BBM di SPBU dan kami sudah menyampaikan ke pihak SPBU untuk melayani masyarakat,” ujar Zulfan, Rabu 28 Oktober 2026.

Menurut Zulfan, penyaluran BBM di SPBU mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat melalui badan pengatur hilir minyak dan gas bumi (BPH Migas).

"Upaya yang dilakukan pemerintah daerah saat ini adalah memastikan BBM tetap tersedia di SPBU wilayah Kabupaten Bengkalis, khususnya dipulau Bengkalis dan Pulau Rupat,"ujarnya.

Tetapi, ketersediaan BBM di SPBU belum serta merta menjawab persoalan dihadapi masyarakat, terutama warga yang tinggal jauh dari pusat kota Bengkalis.

"Dengan hanya empat SPBU yang menjadi tumpuan masyarakat di Pulau Bengkalis, kemampuan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan warga hingga ke pelosok desa menjadi pertanyaan.
Apalagi, jam operasional SPBU yang terbatas dapat menyulitkan warga yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan BBM,"bebernya.

"Dengan jumlah empat SPBU dan jam operasional yang terbatas, kebutuhan BBM masyarakat di wilayah pelosok benar benar dapat terpenuhi,"pungkasnya.

Persoalan kelangkaan Pertalite ini pun membutuhkan penjelasan lebih jauh, terutama terkait kecukupan pasokan dan pola distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tidak hanya terpenuhi di sekitar pusat kota, tetapi juga menjangkau warga di wilayah pelosok.

Warga masyarakat membutuhkan kepastian bahwa BBM tersedia saat diperlukan, mengingat bahan bakar tersebut menjadi penunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, mengantar anak sekolah hingga menjalankan usaha.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak