RIAU24.COM - MEMPURA – Suasana penuh keceriaan, tawa, dan semangat anak-anak mewarnai peringatan Bulan Bahasa 2026 di Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) Pembina Mempura, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kreativitas, mengembangkan imajinasi, serta menanamkan kecintaan terhadap bahasa sejak usia dini.
Mengusung tema “Melalui Bulan Bahasa Kita Tumbuhkan Kreativitas, Imajinasi, dan Cinta Bahasa Sejak Dini,” kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar berani, mengenal potensi diri, mengekspresikan kreativitas, dan membangun rasa percaya diri melalui pengalaman yang menyenangkan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala TKN Pembina Mempura, Nurleily, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap bahasa kepada anak-anak sejak usia dini melalui kegiatan yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Menurutnya, setiap anak memiliki keistimewaan, bakat, dan potensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, anak-anak perlu diberikan ruang untuk tumbuh, berekspresi, dan mencoba hal-hal baru. Melalui kegiatan Bulan Bahasa, anak-anak tidak hanya belajar mengenal bahasa, tetapi juga mengembangkan keberanian, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi.
Pendidikan anak usia dini bukan semata-mata tentang kemampuan membaca, menulis, atau berhitung. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses menumbuhkan karakter, membangun kepercayaan diri, dan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai dengan keunikan mereka masing-masing.
Peringatan Bulan Bahasa tahun ini diikuti oleh seluruh peserta didik TKN Pembina Mempura yang turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan. Di antaranya lomba balas pantun dan finger painting yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus merangsang kreativitas, imajinasi, serta kemampuan anak dalam mengekspresikan diri.
Melalui lomba balas pantun, anak-anak diperkenalkan pada keindahan bahasa, kekayaan sastra lisan, dan budaya Indonesia dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Sementara itu, kegiatan finger painting memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuangkan imajinasi melalui warna dan bentuk, menciptakan karya sesuai dengan kreativitas mereka.
Suasana kegiatan berlangsung semarak. Dengan penuh semangat, anak-anak mengikuti setiap rangkaian acara. Senyum, tawa, dan keberanian mereka menjadi bagian paling berharga dari peringatan Bulan Bahasa tersebut.
Di balik setiap penampilan dan hasil karya yang ditunjukkan, tersimpan proses belajar yang bermakna. Ada keberanian yang mulai tumbuh, ada rasa percaya diri yang perlahan terbentuk, serta kebahagiaan ketika anak-anak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Dukungan para guru yang dengan sabar mendampingi, membimbing, dan menyemangati peserta didik turut menjadikan kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Bagi para guru, melihat anak-anak berani tampil, mencoba hal baru, dan menikmati proses pembelajaran merupakan kebahagiaan tersendiri.
Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan usaha peserta didik, pada akhir kegiatan para guru menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada anak-anak yang berhasil meraih juara dalam perlombaan. Sementara itu, bingkisan juga diberikan kepada seluruh peserta lomba sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi, keberanian, dan semangat mereka dalam mengikuti kegiatan.
Momen penyerahan penghargaan tersebut menjadi penutup yang membahagiakan. Bukan hanya bagi anak-anak yang berhasil meraih juara, tetapi juga bagi seluruh peserta yang telah berani mencoba dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Sebab, dalam dunia pendidikan anak usia dini, kemenangan tidak selalu diukur dari siapa yang mendapatkan piala. Keberanian untuk tampil, kemauan untuk mencoba, serta kegembiraan dalam belajar merupakan pencapaian berharga yang patut diapresiasi.
Peringatan Bulan Bahasa juga menjadi pengingat bahwa menanamkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia perlu dimulai dari lingkungan terdekat, baik di sekolah maupun di rumah. Melalui kebiasaan berkomunikasi yang baik, mengenal cerita, belajar pantun, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk berbicara dan berekspresi, kecintaan terhadap bahasa dapat tumbuh secara alami.
Melalui kegiatan ini, TKN Pembina Mempura berharap anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga kreatif, percaya diri, santun dalam bertutur kata, serta bangga menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, peringatan Bulan Bahasa 2026 menjadi wujud komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Sebuah upaya sederhana untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak dini sekaligus memberikan kenangan indah dalam perjalanan masa kanak-kanak mereka.
Karena setiap anak memiliki cerita, setiap usaha layak diapresiasi, dan setiap langkah kecil hari ini merupakan bagian dari perjalanan besar menuju masa depan yang lebih baik.(Lin)