Jembatan Kupu-Kupu Mempura Mulai Kusam, Semak Belukar Tutupi Sungai

R24/lin
Foto jembatan kupu kupu Mempura ya g ditumbuhi semak belukar
Foto jembatan kupu kupu Mempura ya g ditumbuhi semak belukar

RIAU24.COM - SIAK – Jembatan Kupu-Kupu di Kampung Tengah, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kawasan sekaligus akses menuju sejumlah destinasi wisata, kini mulai terlihat kusam dan kurang terawat.

Pantauan di lokasi menunjukkan semak belukar tumbuh di sekitar kawasan jembatan. Vegetasi liar dan tumbuhan air juga tampak menjalar di sekitar aliran sungai. Bahkan, sebagian tumbuhan telah tumbuh cukup tinggi hingga mendekati badan jembatan.

Kondisi tersebut membuat dasar sungai dari atas jembatan sulit terlihat. Lebatnya semak dan tumbuhan air juga dinilai mengurangi keindahan pemandangan yang seharusnya menjadi daya tarik Jembatan Kupu-Kupu.

Putra (35), warga yang melintas di kawasan tersebut, mengatakan kondisi semak dan tumbuhan air saat ini sudah cukup mengganggu pemandangan.

“Sekarang sudah bersemak. Dasar sungai gak terlihat karena ditumbuhi semak dan tumbuhan air. Bahkan sudah ada yang setinggi jembatan,” ujar Putra.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup disayangkan karena Jembatan Kupu-Kupu memiliki bentuk arsitektur yang unik dan selama ini menjadi salah satu lokasi yang menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan.

“Pemandangan jadi terganggu, terutama saat pengendara melintasi jembatan. Semak-semak yang tumbuh di sekitar sungai juga membuat jembatan terlihat kurang terawat,” katanya.

Hal senada disampaikan Lely (35). Ia juga menyayangkan kondisi Jembatan Kupu-Kupu yang menurutnya mulai kehilangan keindahan akibat kurangnya perawatan di sekitar kawasan tersebut.

“Sayang sekali melihat kondisinya sekarang. Jembatannya bagus, tetapi kalau banyak semak seperti ini tentu mengurangi keindahan. Apalagi ini kan salah satu akses menuju tempat wisata,” ujar Lely.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebersihan dan penataan kawasan Jembatan Kupu-Kupu, termasuk membersihkan semak belukar serta tumbuhan air yang mulai memenuhi sekitar sungai.

Menurut Lely, perawatan lingkungan menjadi penting karena kawasan tersebut tidak hanya digunakan masyarakat sebagai akses penghubung, tetapi juga dilalui wisatawan yang hendak menuju sejumlah objek wisata di Kecamatan Mempura.

“Harapannya bisa segera dibersihkan dan dirawat. Kalau bersih tentu lebih enak dilihat dan wisatawan juga nyaman melintas,” harapnya.

Jembatan Kupu-Kupu yang juga dikenal sebagai Jembatan Melengo merupakan jembatan dengan desain arsitektur khas yang berada di Kampung Tengah, Kecamatan Mempura. Jembatan ini dibangun pada kurun 2014 hingga 2015 dengan struktur Rangka Baja Arch Taper Box, memiliki panjang bentang sekitar 75 meter dan lebar 8,5 meter.

Selain berfungsi sebagai akses penghubung bagi kendaraan ringan, jembatan tersebut sejak awal juga dirancang dengan nilai estetika untuk mendukung pengembangan kawasan wisata di Kecamatan Mempura.

Keberadaan Jembatan Kupu-Kupu menjadi bagian dari kawasan yang memiliki sejumlah destinasi wisata, termasuk Rumah Datuk Pesisir. Karena itu, kondisi lingkungan di sekitar jembatan dinilai turut memengaruhi wajah kawasan wisata tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian melalui pembersihan semak belukar, penanganan tumbuhan air dan penataan lingkungan secara berkala.

Bagi warga, Jembatan Kupu-Kupu bukan sekadar jalur penghubung. Bentuk arsitekturnya telah menjadi bagian dari wajah kawasan Mempura. Perawatan yang baik diharapkan dapat mengembalikan keindahan jembatan sekaligus membuat masyarakat dan wisatawan lebih nyaman saat melintas.(Lin)

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak