Bau Busuk Menyengat, Warga dan Pemdes Pendekik Akan Laporkan Dapur SPPG

R24/hari
 Bau Busuk Menyengat, Warga dan Pemdes Pendekik Akan Laporkan Dapur SPPG
Bau Busuk Menyengat, Warga dan Pemdes Pendekik Akan Laporkan Dapur SPPG

RIAU24.COM - BENGKALIS – Kondisi saluran pembuangan di samping bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pedekik, RT 004/RW 002, Dusun I, Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, menjadi dikeluhkan warga setempat dan Pemerintah Desa Pedekik.

Bahkan, warga dan pemerintah desa setempat menyampaikan akan melaporkan SPPG tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan dan instansi terkait.

Penyebab keluhan warga ini, terkait saluran yang berada tepat disisi bangunan SPPG tersebut terlihat kurang terawat bahkan menimbulkan bau busuk serta berlumut dan endapan. Disamping itu, saluran air terlihat tidak lancar.

Pantauan dilokasi, Minggu
6 September 2026 terlihat ada beberapa bagian saluran terlihat menghitam, terdapat genangan serta endapan di dasar saluran. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sistem pengelolaan air pembuangan dari aktivitas dapur SPPG Pendekik tersebut.

Aktivitas dapur yang berlangsung setiap hari menghasilkan air bekas pencucian bahan makanan, seperti ayam, sayuran, serta pencucian peralatan memasak dan ompreng.

Salah seorang warga setempat, Bambang, mengatakan persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan bersama warga kepada pihak SPPG Pendekik. Bahkan, warga bersama Sekretaris Desa Pedekik juga mendatangi lokasi untuk menyampaikan keluhan.

“Kemarin kami bersama warga dan Sekdes sudah ke SPPG tersebut. Selain bau busuk menyengat yang kami pertanyakan. Limbahnya juga mengendap di situ. Kami takut nantinya mengakibatkan jalan keropos dan patah,”ungkap Bambang, Selasa 08 September 2026.

Menurut Bambang, kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Jika air buangan yang mengandung minyak dan lemak dari sisa makanan maupun masakan meresap dan bercampur dengan tanah dalam waktu lama, kondisi itu dikhawatirkan mempengaruhi struktur tanah di sekitar jalan.

“Kalau tanah sudah bercampur minyak dan lemak-lemak sisa makanan dan masakan, akan menjadi lumpur dan membuat jalan di samping itu keropos dan patah,”kesal Bambang.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pedekik, Maskur, membenarkan bahwa dirinya telah mendatangi SPPG Pendekik mempertanyakan persoalan pembuangan limbah tersebut.

Maskur mengatakan, pihak dapur menyampaikan bahwa limbah yang bersifat lemak, termasuk air bekas cucian ayam dan sayuran, telah memiliki saluran atau fasilitas khusus dengan alasan melalui penyaringan.

“Kemarin saya sudah menjumpai pihak dapur terkait limbah pembuangan yang bersifat lemak lemak, cucian ayam dan sayur. Kata mereka sudah ada limbah khusus dan sudah disaring,"beber Maskur, 8 September 2026.

Namun, menurut Maskur, saluran yang berada di samping dapur SPPG, yang disebut pihak dapur digunakan untuk membuang air dari aktivitas mencuci tangan dan mencuci ompreng, terlihat kurang bersih dan dipenuhi lumut.

Dengan kondisi ini, ia pernah meminta kepada pihak SPPG agar membersihkan saluran tersebut dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Untuk limbah diselokan di samping dapur yang katanya limbah dari cucian tangan dan ompreng, saya lihat kurang bersih dan berlumut. Saya minta untuk dibersihkan,”tegasnya.

Maskur juga mengaku telah menawarkan solusi agar saluran tersebut dibeton. Menurutnya, kondisi saluran yang mengarah ke kawasan mushola juga perlu mendapatkan perhatian lebih.

“Saya menawarkan opsi untuk dibeton dan untuk yang mengarah ke mushola harus lebih diperhatikan lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pengelola dapur SPPG dan meminta adanya kerja sama untuk menyelesaikannya. 

"Jika tidak ditindaklanjuti, Pemdes Pedekik akan membawa aspirasi tersebut kepada instansi terkait,"tegasnya.

“Saya sudah sampaikan juga kepada pihak dapur, mohon kerja samanya. Kalau tidak ditanggapi, saya akan melaporkan ke pihak terkait seperti DLH, Dinkes dan sebagainya, karena yang saya bawa ini aspirasi masyarakat,” sambung Maskur.

Selain persoalan saluran dan limbah, Maskur juga berharap keberadaan SPPG Pedekik dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat desa. Ia meminta pihak SPPG ikut memperhatikan potensi produk lokal, hasil pertanian dan pelaku UMKM yang ada di Desa Pedekik.

“Selaku Pemdes Pedekik, saya berharap SPPG Pedekik ini bekerja sama dan lebih memperhatikan produk lokal desa, hasil pertanian dan UMKM-nya juga,” harapnya.

Kondisi saluran tersebut menjadi penting untuk diklarifikasi karena saluran yang ditemukan berada tepat di sisi bangunan SPPG dan berdasarkan keterangan di lapangan diduga berkaitan dengan aktivitas pembuangan dari fasilitas dapur tersebut.

Jika benar saluran tersebut digunakan untuk mengalirkan air buangan dari aktivitas SPPG, maka perlu dipastikan bagaimana sistem pengelolaan air limbah dilakukan sebelum air dialirkan ke lingkungan.

Termasuk perlu dijelaskan apakah SPPG Pedekik memiliki fasilitas penyaringan atau pengolahan limbah yang memadai, bagaimana pemeliharaannya, serta ke mana aliran air setelah melalui proses penyaringan.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak