RIAU24.COM - Siak — Komandan Kodim (Dandim) 0322/Siak Letkol Czi Andy Kurniawan, S.Hub.Int., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah bersama perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dalam rangka menghadapi puncak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026, Senin (7/9/2026).
Rakor nasional tersebut digelar secara virtual dari Zamrud Room, Kompleks Perumahan Rakyat Kediaman Bupati Siak, Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak. Kegiatan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.
Dandim 0322/Siak mengikuti rakor bersama unsur Pemerintah Kabupaten Siak, Polres Siak, Kejaksaan Negeri Siak, BPBD, Satpol PP, para camat serta sejumlah instansi terkait.
Dalam rakor tersebut dibahas berbagai langkah strategis menghadapi peningkatan risiko Karhutla, mulai dari memperkuat kesiapsiagaan perusahaan, mempercepat penanganan hotspot dan pemadaman, meningkatkan koordinasi lintas sektor hingga mempertegas penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran.
Kepala BNPB menyampaikan bahwa penanganan Karhutla dilakukan melalui operasi darat dan udara dengan melibatkan TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan serta unsur terkait lainnya.
Dukungan operasi udara juga terus diperkuat melalui patroli udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing di sejumlah wilayah yang menjadi prioritas penanganan.
Sementara itu, Kapolri melaporkan sepanjang 2026 telah terdeteksi 113.616 hotspot, dengan 23.228 titik api terverifikasi dan luas lahan terbakar mencapai sekitar 182.202 hektare. Dari total luasan tersebut, sekitar 87,2 persen telah berhasil dipadamkan.
Dalam rakor itu, Kejaksaan Agung juga menegaskan bahwa pemegang HGU dan izin usaha memiliki tanggung jawab dalam melakukan penanggulangan serta pemulihan apabila terjadi kebakaran di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
Penegakan hukum dapat diterapkan terhadap pemegang izin apabila ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan atau memperparah terjadinya Karhutla.
Rakor nasional tersebut menekankan tiga langkah utama dalam menghadapi puncak Karhutla 2026, yakni memperkuat kesiapsiagaan perusahaan, mempercepat respons terhadap hotspot, serta memperkuat kolaborasi lintas sektoral.
Dandim 0322/Siak menegaskan bahwa jajaran Kodim bersama seluruh unsur terkait di Kabupaten Siak siap memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla.
“Kita harus bergerak cepat, bersinergi dan tidak menunggu api membesar. Pencegahan dan penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga masyarakat, lingkungan dan wilayah Kabupaten Siak tetap aman.”
Ia menambahkan, kolaborasi antara TNI/Polri, pemerintah daerah, perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca dan lingkungan yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Dengan penguatan koordinasi dan respons cepat di lapangan, upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Siak diharapkan dapat berjalan lebih efektif, terpadu dan berkelanjutan.(Lin)