Tujuh Hari Berjibaku, Tim Gabungan Nyatakan Karhutla di Dekat TN Zamrud Terkendali

R24/lin
Tujuh Hari Berjibaku, Tim Gabungan Nyatakan Karhutla di Dekat TN Zamrud Terkendali
Tujuh Hari Berjibaku, Tim Gabungan Nyatakan Karhutla di Dekat TN Zamrud Terkendali

RIAU24.COM - SIAK — Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, resmi diakhiri setelah tim gabungan memastikan pemadaman dan pendinginan di lokasi telah tuntas.

Berakhirnya operasi ditandai dengan Apel Konsolidasi Akhir Penanganan Karhutla yang digelar di area Beruk 03 dan 08 PT Bumi Siak Pusako (BSP), Dusun Pangkalan Lanjut, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Selasa (1/9/2026) sore.

Apel dipimpin Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara. Kegiatan tersebut diikuti ratusan personel gabungan yang selama tujuh hari berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, apel konsolidasi menjadi penanda berakhirnya operasi setelah kondisi di lapangan dinyatakan terkendali.

“Setelah tujuh hari bekerja di lapangan, Alhamdulillah penanganan Karhutla di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud dapat kita selesaikan. Kurang lebih 30 hektare lahan yang terdampak telah ditangani melalui pemadaman dan pendinginan secara intensif oleh seluruh unsur yang terlibat,” kata Sepuh.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel gabungan, didukung pengerahan personel dan peralatan selama operasi berlangsung.

Personel yang terlibat berasal dari Polres Siak, Polsek Siak, Satbrimob dan Ditsamapta Polda Riau, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan dan kampung, Manggala Agni, BKSDA, serta regu pemadam kebakaran perusahaan di sekitar kawasan.

“Ini bukan pekerjaan satu institusi. Personel di lapangan bekerja bersama, melakukan pemadaman hingga pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi kembali memunculkan api,” ujarnya.

Selain kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, proses pendinginan Karhutla di kawasan Tasik Betung yang berada di areal Cagar Biosfer Giam Siak Kecil juga telah diselesaikan.

Meski operasi pemadaman berakhir, Sepuh menegaskan pengawasan di lapangan tetap dilanjutkan. Patroli dan pemantauan akan dilakukan selama tiga hari ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui patroli serta edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Operasi pemadaman memang selesai, tetapi kewaspadaan tidak boleh berhenti. Setelah ini fokus kita bergeser kepada pemantauan, pencegahan agar kebakaran tidak berulang, serta proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan berakhirnya operasi pemadaman di Dayun menunjukkan penanganan Karhutla dilakukan hingga kondisi lapangan benar-benar terkendali.

Menurut Akmadi, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sejak awal menekankan agar jajaran tidak hanya memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi memastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh, khususnya pada kawasan yang memiliki potensi menyimpan bara.

Akmadi menjelaskan, apel konsolidasi bukan berarti kewaspadaan berakhir. Kegiatan tersebut menandakan satu tahapan penanganan di lapangan telah selesai, sementara pemantauan dan pencegahan tetap berjalan.

“Selanjutnya, personel tetap melakukan monitoring dan jajaran terus meningkatkan langkah pencegahan di wilayah-wilayah rawan,” kata Akmadi.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel gabungan yang selama tujuh hari berjibaku menangani Karhutla di kawasan tersebut.

“Personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BKSDA, pemerintah daerah, masyarakat dan unsur perusahaan telah bekerja bersama di lapangan. Mereka menghadapi panas, asap dan kondisi medan yang tidak mudah. Kerja keras mereka menjadi bagian penting dari upaya menjaga kawasan ini,” ujarnya.

Akmadi menambahkan, Polda Riau dan jajaran tetap memantau perkembangan Karhutla di seluruh wilayah Riau. Setiap titik yang terdeteksi akan ditindaklanjuti melalui pengecekan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

“Prinsipnya, ketika api sudah padam, pekerjaan belum selesai. Kita harus memastikan bara benar-benar mati, mencegah kebakaran berulang dan melakukan penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana. Pencegahan dan penanganan harus berjalan beriringan,” pungkasnya.(Lin)

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak